Pendidikan Jateng

Pakai Teknologi Alibaba, Gubernur Jateng Jamin PPDB 2026 Bebas Jaringan Drop dan ‘Titip-Titipan’

BERITASEMARANG.ID — Proses Penerimaan Murid Baru (SPMB/PPDB) SMA/SMK Negeri di Jawa Tengah tahun ajaran 2026/2027 dipastikan berjalan lancar dan transparan. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menegaskan tidak boleh ada praktik kecurangan dalam bentuk apa pun sepanjang proses seleksi.

​”Tagline kita jelas: No Titip-titip, No Jastip. Semua harus berjalan dengan integritas tinggi agar seluruh calon peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama,” tegas Luthfi saat memantau Posko SPMB di Dinas Pendidikan Jateng dan SMAN 3 Semarang, Sabtu (13/6/2026).

​Dari hasil pantauan, kendala di lapangan sejauh ini hanya berkisar pada teknis penggunaan aplikasi oleh orang tua murid, seperti kesulitan unggah data. Namun, seluruh kendala tersebut langsung diselesaikan di tempat oleh petugas yang tetap siaga melayani masyarakat meski di hari libur.

​Sistem Antidrop Berbasis Cloud

​Mengantisipasi masalah klasik berupa server down akibat lonjakan pendaftar, Pemprov Jateng tahun ini mengambil langkah berani dengan menggandeng Diskomdigi Jateng dan perusahaan teknologi global, Alibaba.

Antisipasi Lonjakan Libur Hijriyah, Pertamina Jamin Pasokan LPG 3 Kg di Jateng dan DIY Aman

​Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Sadimin, menjelaskan bahwa sistem pendaftaran tahun ini telah diperkuat dengan teknologi cloud server auto scaling.

-. ​Auto Scaling: Kapasitas server akan membesar secara otomatis saat trafik pendaftar melonjak tajam.

-. ​Backup Multi-Zone: Jika salah satu pusat data mengalami gangguan, sistem cadangan di lokasi lain akan langsung mengambil alih agar pendaftaran tidak terhenti.

​-. Perlindungan Siber: Data pribadi siswa dijamin aman dari risiko kebocoran berkat sistem verifikasi berbasis cloud.

​Skema Kuota Resmi SMA & SMK Negeri Jateng 2026

Pastikan Personel ARFF Selalu Prima, Bandara Ahmad Yani Semarang Gelar Physical Fitness Test

​Bagi orang tua dan calon siswa, berikut adalah pembagian kuota resmi yang wajib diketahui:

-. ​SMA Negeri: Domisili/Zonasi (33%), Afirmasi (32%), Prestasi (30%), dan Jalur Mutasi Orang Tua (5%).

-. ​SMK Negeri: Jalur Prestasi dominan sebesar (75%), disusul Afirmasi (15%), dan Domisili (5%).

​”Percayalah, kita merekrut peserta didik secara profesional dan sesuai ketentuan hukum. SPMB tahun ini harus jauh lebih baik dari tahun lalu,” tutup Ahmad Luthfi.

20% Lulusan SCU Sudah Kerja Sebelum Wisuda, Gaji Pertama Tembus Rp6,2 Juta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement