Jateng Ekonomi

Wagub Taj Yasin Ajak Syarikat Islam Perkuat Ekonomi Rakyat

BERITASEMARANG.ID – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengajak kepada organisasi keagamaan Syarikat Islam (SI) di wilayahnya untuk memperkuat ekonomi rakyat. Hal itu disampaikan saat menghadiri acara pelantikan pengurus SI Jawa Tengah, di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Kamis, 26 Juni 2026.

“Perjuangan ekonomi ini sangat luar biasa, terutama ekonomi kerakyatan, UMKM, dan usaha menengah. Karena ekonomi kerakyatan inilah yang menopang berdirinya Negara Republik Indonesia dengan kuat,” kata dia.

Ia mengingatkan, dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, para pejuang tidak hanya mengandalkan strategi dan kekuatan fisik. Di belakang mereka, ada masyarakat dan para pelaku usaha yang menyuplai kebutuhan logistik serta menopang roda perjuangan.

“Salah satu kekuatan saat itu adalah Syarikat Dagang Islam. Ini menunjukkan bahwa ekonomi rakyat memiliki peran sangat besar dalam perjalanan bangsa,” ujarnya.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin, semangat itu masih relevan hingga saat ini. Organisasi seperti SI dinilai memiliki posisi strategis untuk memperkuat usaha kecil, memperluas pemberdayaan ekonomi umat, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Puji Kepemimpinan Agustina Wilujeng, Hendardji Soepandji: Budaya dan Kemajuan Kota Semarang Kian Harmonis

Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dibutuhkan kolaborasi dengan organisasi yang memiliki akar kuat di masyarakat, termasuk SI.

“Kami tidak mungkin membangun Jawa Tengah sendirian. Kami membutuhkan organisasi yang dekat dengan masyarakat. Syarikat Islam sudah mengakar sampai daerah-daerah,” katanya.

Senada dengan itu, Presiden Pimpinan Pusat Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menegaskan bahwa kebangkitan ekonomi rakyat menjadi fokus utama gerakan SI saat ini.

Menurut Hamdan, sejak beberapa tahun terakhir SI telah menetapkan arah perjuangan pada penguatan “dakwah ekonomi”, yaitu menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kita sering berbicara soal persoalan umat, tetapi akar masalahnya sering kali adalah ekonomi. Karena itu Syarikat Islam kembali kepada semangat awalnya, yaitu membangun kekuatan ekonomi rakyat,” ujar Hamdan.

Spesial HUT ke-56 Astra Motor: Boyong Honda Vario 160 Dapat Subsidi Rp2,5 Juta Plus Diskon Angsuran

Hamdan mengungkapkan, semangat tersebut sebenarnya telah diwariskan sejak SI berdiri di Laweyan, Surakarta, pada 1905. Saat itu organisasi ini lahir dari solidaritas para pedagang pribumi yang ingin memperkuat posisi ekonomi masyarakat di tengah dominasi kolonial.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement