BERITASEMARANG.ID – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) resmi merayakan Dies Natalis ke-45 dengan mengusung semangat baru: “UPGRIS Memberi Makna”. Momentum bertambahnya usia ini dijadikan refleksi sekaligus pijakan kuat bagi UPGRIS untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Pembina YPLP PT PGRI Semarang, Dr. Muhdi, S.H., M.Hum., mengungkapkan bahwa usia 45 tahun memiliki makna historis yang sangat istimewa, serupa dengan tahun kemerdekaan Indonesia.
”Empat puluh lima adalah angka yang sarat makna. Kita mengenal tahun 1945 sebagai tahun kemerdekaan Indonesia. Karena itu, Dies Natalis ke-45 ini saya harapkan menjadi momentum tahun emas bagi UPGRIS untuk terus melangkah maju,” ujar Dr. Muhdi di sela pembukaan Dies Natalis di Kampus 4 UPGRIS, Jalan Gajah Raya, Semarang.
Dr. Muhdi menekankan bahwa kemajuan institusi wajib berjalan beriringan dengan asas kebermanfaatan. Hal ini selaras dengan tagline UPGRIS sebagai The Meaning University. Menurutnya, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian—tidak boleh sekadar menjadi rutinitas akademik.
Tiga pilar utama yang menjadi fokus UPGRIS ke depan adalah:
- Refleksi: Mengevaluasi pencapaian demi meningkatkan kualitas.
- Rekoneksi: Memperkuat jejaring dengan alumni, mitra, dan pemangku kepentingan.
- Reorientasi: Menatap masa depan dengan inovasi tanpa batas demi memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat luas.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, menegaskan bahwa perayaan ke-45 ini adalah bahan bakar untuk memperkuat kolaborasi, inovasi, dan budaya berprestasi. Sinergi antara pembina, yayasan, dan pimpinan perguruan tinggi menjadi kunci utama dalam memajukan mutu program studi serta sarana prasarana kampus.
”Momentum Dies Natalis ini harus menjadi penyemangat untuk terus berkarya, meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi bangsa dan negara,” tutur Dr. Sapto.
Di bidang akademik, UPGRIS menunjukkan taji yang semakin solid. Saat ini, institusi UPGRIS telah mengantongi akreditasi Unggul. Tidak hanya itu, lebih dari 50 persen atau sebanyak 17 program studi (prodi) di UPGRIS juga telah sukses meraih predikat Unggul.
Puas di tingkat nasional, kini UPGRIS mulai membidik panggung dunia. Dr. Sapto membeberkan bahwa UPGRIS tengah bersiap menerjunkan belasan prodinya untuk sertifikasi global.

Komentar