BERITASEMARANG.ID – Atmosfer kemeriahan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 begitu terasa di wilayah RW 27, Kota Semarang. Setelah sukses menyedot perhatian lewat kompetisi badminton dan lomba mural, kini giliran cabang olahraga tenis meja yang menjadi panggung unjuk kekompakan warga, Sabtu (11/7).
Meskipun panitia sempat mencatat antusiasme awal tidak se-meledak cabang badminton, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi tensi keseruan di lapangan. Terbukti, sebanyak 24 tim resmi terdaftar untuk berlaga—memuat representasi dari 21 RT serta satu tim kehormatan dari jajaran pengurus RW.
Bukan Sekadar Juara, ‘Guyub Rukun’ Jadi yang Utama
Koordinator Lomba, Eko Budi Sutyono, menegaskan bahwa momentum menyambut kemerdekaan ini menjadi wadah yang pas untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.

”Dalam rangka menyambut HUT RI ke-81 ini, target utama kita bukan sekadar mencari juara, tapi bagaimana esensi ‘guyub rukun’ antarwarga tetap menjadi yang utama. Kompetisi ini adalah cara kita merayakan kebersamaan,” ungkap Budi di lokasi acara.
Senada dengan Budi, Ketua RW 27, H. Dony Suhardjo, SH. menambahkan bahwa rangkaian lomba Agustusan ini diharapkan bisa menumbuhkan persatuan, kepercayaan diri, serta mewarisi semangat juang para pahlawan dengan cara yang menyenangkan.
Sistem Taktis 11 Poin, Panitia Siapkan Dua Meja
Mengingat padatnya jadwal dan banyaknya jumlah tim yang bertanding, panitia menerapkan sistem yang efisien namun tetap kompetitif:
-. Format Pertandingan: Sistem 11 point pindah dengan format best of five (3 kali kemenangan dari 5 set).
-. Langkah Taktis: Langsung menggelar dua meja pertandingan sekaligus demi efisiensi waktu.
-. Jadwal: Berlangsung selama 1 hari, Sabtu (11/7) mulai pukul 19.30 WIB – selesai.
-. Lokasi: Area RT 10 RW 27.
Langkah taktis ini terbukti ampuh menjaga ritme kompetisi tetap cepat, dinamis, dan sangat menarik untuk ditonton.
Atmosfer “Pecah”, Hadiah Uang Tunai Menanti
Saat malam pertandingan dimulai, atmosfer di RT 10 langsung bergemuruh. Penonton dari berbagai penjuru RT datang memadati venue untuk memberikan dukungan total kepada jagoan mereka. Riuh rendah tepuk tangan, sorakan penyemangat, dan canda tawa warga menjadi bukti nyata suksesnya acara ini sebagai hiburan rakyat yang menyatukan.
Bagi para pemenang yang berhasil menunjukkan sportivitas dan performa terbaiknya, panitia juga telah menyiapkan apresiasi yang tidak main-main.
”Panitia telah menyiapkan apresiasi berupa hadiah uang tunai,” jelas Budi.
Sinergi Ketua RT dan RW: Buka Acara Lewat Momen Sakral
Kemeriahan diawali dengan momen sakral, yaitu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama. Suara lantang seluruh warga yang hadir sukses menjadi pemantik semangat dan energi positif sebelum kompetisi dimulai.
Ketua RT 10, Abdul Latif memberikan sambutan hangat yang mengapresiasi kerja keras panitia dan antusiasme warga. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua RW 27.
”Jadikan perlombaan ini sebagai wadah untuk memperkuat silaturahmi. Menang atau kalah itu biasa, yang terpenting adalah kekompakan dan kegembiraan kita bersama sebagai satu keluarga besar,” tutur Ketua RW 27 dalam arahannya. Setelah sambutan, dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama agar acara berjalan aman dan lancar,
Gelak tawa dan semangat menyala para peserta menandai dimulainya pesta rakyat tenis meja di RW 27 yang sukses membakar semangat nasionalisme sekaligus menjaga keharmonisan warga.

Komentar