BERITASEMARANG.ID — Perekonomian Jawa Tengah menunjukkan tren positif yang signifikan pada pertengahan 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat penurunan angka kemiskinan sekaligus lonjakan pertumbuhan ekonomi yang berhasil melampaui capaian nasional.
Pada Maret 2026, jumlah penduduk miskin di Jateng tersisa 3,29 juta orang (9,21 persen), berkurang 59.390 orang dibandingkan September 2025. Penurunan ini didorong oleh membaiknya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, meskipun komoditas pangan seperti beras dan rokok kretek filter masih menjadi penyumbang terbesar garis kemiskinan per kapita yang berada di angka Rp596.676 per bulan.
Kinerja ekonomi Jateng juga mencetak rekor mengesankan. Pada Triwulan II-2026, ekonomi tumbuh 5,71 persen year on year (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,29 persen. Secara akumulatif semester I-2026, pertumbuhan ekonomi Jateng bahkan menyentuh angka 5,80 persen.
”Kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 14,50 persen atau 8,19 persen terhadap perekonomian nasional,” ujar Kepala BPS Jateng, Ali Said, Rabu (5/8/2026). Capaian ini mengukuhkan Jateng sebagai kontributor ekonomi terbesar keempat di Indonesia.

Komentar