BERITASEMARANG.ID – Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah (LPPA) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah terus memperkuat peran strategisnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
Guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang presisi, LPPA Jateng menggelar ”Pelatihan Penelitian Metodologi Penelitian dan Pengembangan Survei Berbasis Gerakan SIDA” di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Sabtu (3/10).
Pelatihan yang diikuti perwakilan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) dan LPPA dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah ini mengusung tema ”Satu Desa, Satu Data, Satu White Paper, Satu Advokasi Menuju Perubahan yang Nyata.”
Melalui gerakan SIDA (Sinergi Data Aisyiyah), organisasi perempuan Muhammadiyah ini bertekad membangun basis data yang sistematik, inklusif, inovatif, akurat, dan amanah.
Ketua Panitia Pelatihan, Suhartini, S.Kp., MNS., Ph.D., mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari temuan lapangan pada kegiatan Jambore Aisyiyah sebelumnya. Dari survei tersebut, ditemukan berbagai isu riil di tingkat akar rumput, salah satunya masalah tengkes (stunting).
”Dari temuan di desa, data dianalisis untuk merumuskan rekomendasi kebijakan. Nantinya seluruh survei ini akan membentuk Big Data Aisyiyah sebagai pijakan menyusun laporan white paper berbasis pemecahan akar masalah,” papar Suhartini.
Uniknya, dalam pelatihan ini peserta tidak hanya dibekali teknik riset konvensional, tetapi juga dilatih memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) seperti Claude dan Gemini untuk proses pencadangan hingga penyusunan drafting white paper desa.
Sementara itu, Ketua PWA Aisyiyah Jawa Tengah, Prof. Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menegaskan pentingnya Aisyiyah untuk selalu responsif dan relevan dengan zaman. Menurutnya, kontribusi Aisyiyah bagi masyarakat akan terus dinanti jika didukung oleh kekuatan data.
”Sejak dulu Aisyiyah selalu memberikan kontribusi nyata. Permasalahan zaman terus berganti, dan kita harus membantu menyelesaikannya dengan data-data yang akurat,” tegas Prof. Eny.
Senada dengan hal tersebut, Ketua LPPA Jateng, Prof. Dr. Sri Haryani, M.Si., mengharapkan agar penguasaan riset menjadi kemampuan wajib kader LPPA agar hasil penelitian dapat langsung dirasakan manfaatnya untuk pemberdayaan masyarakat.
Selain pemanfaatan AI oleh Suhartini, Ph.D., pelatihan ini juga menghadirkan narasumber pakar seperti Dr. Yustinah, M.Pd. dan Dr. Sri Syamsiyah LS, M.Si. yang mengupas teknik pengumpulan data hingga trianggulasi. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik langsung oleh seluruh peserta.

Komentar