BERITASEMARANG.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah mendorong Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPR/S) meningkatkan kualitas kredit dan pembiayaan melalui pelaksanaan strategi yang terukur dan konsisten.
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Hidayat Prabowo mengatakan, peningkatan kualitas kredit membutuhkan sasaran yang jelas, aktivitas prioritas yang terukur, serta pemantauan dan evaluasi secara berkala.
“Target yang jelas perlu diikuti dengan aktivitas prioritas yang terukur dan dilaksanakan secara konsisten,” ujar Hidayat, Jumat (2/10).
Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian pendampingan, diawali Focus Group Discussion (FGD) pada 27 Agustus 2026 dan dilanjutkan workshop di Semarang, Solo, serta Yogyakarta pada akhir September hingga awal Oktober.
Dalam pendampingan itu, OJK mendorong BPR/S menerapkan empat langkah utama, yakni menetapkan sasaran terukur, menentukan aktivitas prioritas, melakukan pemantauan hingga tingkat pelaksana, serta membangun evaluasi dan akuntabilitas secara rutin.
Kantor OJK Solo juga meluncurkan awal e-catalog agunan untuk memperluas akses informasi dan membantu mempercepat pemasaran agunan dari debitur bermasalah.
Selanjutnya, OJK akan memantau pencapaian target BPR/S secara mingguan hingga akhir 2026. Langkah ini diharapkan mempercepat penyelesaian kredit bermasalah, meningkatkan kualitas aset, sekaligus memperkuat daya saing BPR/S di Jawa Tengah dan DIY.
Selain itu, OJK menggandeng German Sparkassenstiftung for International Cooperation (DSIK) dan Perbarindo untuk memperkuat manajemen risiko perkreditan serta pengembangan pembiayaan UMKM sesuai karakteristik dan siklus usaha.

Komentar