Ekonomi Nasional

OJK Luncurkan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan PPDP 2026–2030, Perkuat Ketahanan Industri  

BERITASEMARANG.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Peta Jalan Pengembangan Keuangan Berkelanjutan Sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) 2026–2030 untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri dalam menghadapi risiko perubahan iklim serta dinamika ekonomi global.

Peluncuran dilakukan dalam kegiatan PPDP Sustainability Forum 2026 bertema “Empowering Sustainable Growth: The Strategic Role of PPDP in Indonesia’s Future” di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan sektor PPDP memiliki peran strategis dalam mendukung transisi ekonomi berkelanjutan, baik melalui investasi jangka menengah dan panjang maupun perlindungan terhadap risiko bagi masyarakat dan dunia usaha.

Menurutnya, kontribusi sektor PPDP tidak hanya membiayai transisi menuju ekonomi hijau, tetapi juga melindungi proses transisi tersebut. Penerapan prinsip keberlanjutan juga harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, profil risiko, likuiditas, serta kepentingan pemegang polis dan peserta dana pensiun.

Peta jalan 2026–2030 tersebut memiliki empat pilar strategis, yakni penguatan regulasi dan pengembangan keuangan berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan pengawasan penerapan prinsip keberlanjutan.

Mahasiswa USM Raih Perunggu di Kompetisi Kuliner Internasional China–ASEAN  

Implementasinya akan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu penguatan fondasi pada 2026–2027, peningkatan kolaborasi pada 2028–2029, serta percepatan pertumbuhan dan penguatan pengawasan pada 2030.

OJK berharap peta jalan tersebut menjadi panduan transformasi industri PPDP dalam memperkuat ketahanan usaha, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang bisnis baru. Dengan demikian, sektor PPDP dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement