Semarang

Pertama di Jateng, Pegadaian Hadirkan ATM Emas di Semarang, Cetak Emas Kini Cukup 5 Menit

BERITASEMARANG.ID – PT Pegadaian ( Persero ) terus berinovasi untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam bertransaksi emas. Salah satu inovasi terbaru tersebut diwujudkan melalui peluncuran Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Emas pertama di Jawa Tengah yang diresmikan di Kantor Pegadaian Cabang Poncol, Semarang, Kamis (15/10/2026).

Kehadiran ATM Emas ini memungkinkan nasabah memperoleh emas fisik secara lebih cepat, praktis, dan nyaman. Jika sebelumnya proses pencetakan emas dari saldo Tabungan Emas dapat memerlukan waktu sekitar 15 hingga 45 hari, kini nasabah berkesempatan mendapatkan emas fisik secara langsung melalui mesin tersebut.

Pemimpin PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang, M. Aris Aviani Nugroho, mengatakan kehadiran ATM Emas merupakan salah satu jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi emas yang mudah dan efisien.

Melalui fasilitas tersebut, Pegadaian berupaya memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki emas fisik tanpa harus melalui proses pencetakan yang memerlukan waktu relatif lama.

“ATM Emas ini menjadi salah satu jawaban untuk memberikan solusi terbaik bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi emas,” demikian disampaikan dalam peresmian tersebut.

Sumpah Pemuda, Taj Yasin Ajak Generasi Muda Bergerak Nyata Atasi Persoalan Masyarakat  

Kepala Departemen Pengembangan Channel Automasi Bullion Divisi Bullion PT Pegadaian, Agung Nur Cahyo, menjelaskan bahwa penggunaan ATM Emas saat ini terintegrasi dengan aplikasi digital Pegadaian. Nasabah perlu menggunakan aplikasi tersebut untuk melakukan transaksi dan mengakses layanan pencetakan emas melalui mesin.

Menurut dia, Pegadaian menggandeng mitra penyedia layanan untuk mendukung operasional ATM Emas, termasuk penyediaan stok emas fisik. Produk emas yang tersedia memiliki pilihan berat mulai dari 1 gram hingga 100 gram.

“Kalau sebelumnya nasabah harus menunggu sekitar 15 sampai 45 hari untuk mendapatkan emas fisik, melalui ATM Emas prosesnya bisa jauh lebih cepat. Bahkan, bagi nasabah yang sudah terbiasa menggunakan mesin, prosesnya berpotensi hanya membutuhkan sekitar lima menit,” jelasnya.

Agung menambahkan, jaringan ATM Emas Pegadaian telah dikembangkan di sejumlah wilayah Indonesia. Secara nasional, mesin tersebut telah tersedia di sekitar 20 titik, termasuk di Medan, Jakarta, hingga Manado. Pengembangan jaringan akan terus dievaluasi sesuai kebutuhan dan respons masyarakat.

Biaya Transparan, Emas Terjamin Keasliannya

JNE Gandeng UMKM Semarang, Perluas Jejaring dan Pasar Bisnis

Selain kecepatan layanan, Pegadaian juga memberikan informasi mengenai biaya pencetakan emas sebelum transaksi dilakukan. Besaran biaya bergantung pada berat serta jenis produk emas yang dipilih nasabah.

Agung menjelaskan, biaya pencetakan emas melalui ATM Emas berbeda dengan biaya pencetakan di outlet Pegadaian. Dalam pemaparannya, ia menyebut biaya pencetakan melalui ATM Emas dapat mencapai Rp150.000, sedangkan biaya di outlet untuk produk tertentu sekitar Rp90.000. Namun, nominal pastinya menyesuaikan jenis dan ukuran emas yang dipilih.

Perbedaan biaya tersebut berkaitan dengan mekanisme transaksi Tabungan Emas. Harga emas dalam bentuk saldo tabungan berbeda dengan harga emas fisik yang telah dicetak. Karena itu, ketika nasabah mengubah saldo tabungan menjadi emas fisik, terdapat tambahan biaya pencetakan.

Untuk menjaga transparansi, informasi harga emas dan biaya pencetakan ditampilkan pada mesin sehingga nasabah dapat mengetahui besaran biaya sebelum menyelesaikan transaksi.

Pegadaian juga memastikan emas fisik yang dikeluarkan melalui ATM Emas memiliki jaminan keaslian dan dilengkapi segel. Nasabah dapat melakukan pengecekan lebih lanjut melalui fitur digital yang disediakan untuk produk emas tersebut.

KAI Tata 9 Perlintasan Kereta di Daop 4, Target Operasi Akhir 2026  

Mesin ATM Emas juga dilengkapi kamera untuk mendukung pemantauan proses transaksi. Apabila terdapat keluhan atau keraguan mengenai emas yang diterima, nasabah dapat membawa emas tersebut ke outlet Pegadaian untuk diperiksa oleh petugas penaksir.

Transaksi Digital Terus Didorong

Sementara itu, Kepala Departemen Business Support PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Tyas Ari Hidayat, mengatakan Pegadaian akan terus mengembangkan inovasi layanan untuk meningkatkan kenyamanan nasabah.

Salah satu pengembangan yang tengah dijajaki adalah kemungkinan nasabah melakukan transaksi lanjutan melalui mesin, termasuk opsi penjualan kembali emas. Untuk mewujudkan layanan tersebut, Pegadaian masih menjalin kerja sama dengan sejumlah penyedia layanan.

Tyas mengungkapkan, secara nasional transaksi melalui ATM Emas telah melampaui 1.000 transaksi, dengan total emas yang dikeluarkan mencapai sekitar 10,5 kilogram.

Adapun di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), jumlah nasabah Pegadaian secara keseluruhan disebut mendekati dua juta orang. Sementara itu, pemanfaatan layanan digital masih perlu terus ditingkatkan agar semakin banyak nasabah merasakan manfaat transaksi berbasis teknologi.

“Kami berharap dengan adanya ATM Emas ini, masyarakat semakin mudah mendapatkan emas fisik. Nasabah tidak perlu menunggu lama karena emas tersedia langsung di mesin,” ujarnya.

Kehadiran ATM Emas menjadi bagian dari upaya Pegadaian memperluas akses kepemilikan emas sekaligus meningkatkan kualitas layanan berbasis digital. Dengan proses yang lebih cepat, ketersediaan emas fisik, serta informasi biaya yang dapat dilihat sebelum transaksi, fasilitas ini diharapkan memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam berinvestasi emas.

Pegadaian pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut dengan tetap memahami ketentuan transaksi, biaya pencetakan, dan prosedur pengecekan keaslian emas sebelum maupun sesudah melakukan transaksi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement