BERITASEMARANG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang melanjutkan penataan fasilitas keselamatan di sembilan jalur perlintasan langsung (JPL) yang tersebar di Kota Semarang, Kabupaten Demak, Grobogan, dan Blora. Seluruh titik tersebut ditargetkan siap beroperasi pada akhir 2026.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan penataan meliputi pembangunan pos, penyiapan peralatan, serta kesiapan petugas. Sebanyak 36 petugas penjaga jalur perlintasan (PJL) juga disiapkan dan telah menjalani pembekalan serta sertifikasi kompetensi.
Selain itu, hingga Oktober 2026, KAI Daop 4 bersama pemangku kepentingan telah menutup 12 perlintasan liar dan menggelar 309 kegiatan sosialisasi keselamatan di perlintasan, sekolah, serta lingkungan warga di sekitar jalur kereta api.
Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.
Luqman mengimbau masyarakat mematuhi rambu dan sinyal peringatan, berhenti saat palang pintu mulai ditutup, serta mendahulukan perjalanan kereta api.
“Keselamatan membutuhkan fasilitas yang siap dan pengguna jalan yang disiplin. Pengendara harus mematuhi rambu, berhenti saat diwajibkan, dan mendahulukan perjalanan kereta api,” tegasnya.
KAI Daop 4 terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, dan pihak terkait untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

Komentar