BERITASEMARANG.ID – Jawa Tengah kembali membuktikan diri sebagai “benteng” toleransi di Indonesia. Melalui kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Agama (Kemenag), berbagai program penguatan kerukunan berhasil menyentuh lapisan masyarakat paling bawah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kemenag tingkat Kabupaten Rembang di MAN 2 Rembang, Lasem, Sabtu (3/1/2026).
Prestasi Gemilang di Panggung Nasional
Sinergi ini bukan sekadar slogan. Gus Yasin membeberkan bukti nyata keberhasilan kolaborasi tersebut melalui capaian prestasi yang luar biasa sepanjang tahun 2025:
-
- Borong Harmony Award: Jawa Tengah berhasil menyabet 9 penghargaan dari 18 kategori yang diperebutkan di tingkat nasional.
- Kota Toleran: Penetapan sejumlah daerah seperti Kota Salatiga, Kota Magelang, dan Kota Semarang sebagai kota paling ramah toleran di Indonesia.
”Capaian toleransi ini tidak lepas dari peran vital Kementerian Agama dalam menjaga ritme kerukunan umat beragama di Jawa Tengah,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.
Program Nyata: Dari Desa Sadar Kerukunan hingga Kesejahteraan Guru
Hingga akhir tahun 2025, Jawa Tengah telah melahirkan berbagai inovasi program yang dijalankan bersama Kemenag, di antaranya:

Gerakan Merah Marun (Menyemai Ramah untuk Masyarakat Rukun) menjadi salah satu ujung tombak dalam memastikan pesan kedamaian tersampaikan dengan cara yang santun dan dapat diterima masyarakat luas.
Refleksi 80 Tahun Melayani Umat
Bagi Gus Yasin, HAB ke-80 adalah momentum refleksi delapan dekade pengabdian Kemenag. Ia menilai dampak program Kemenag sudah dirasakan langsung oleh masyarakat desa, bukan hanya internal lembaga.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Rembang, Moh. Mukson, mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran Wagub Jateng di Lasem.
”Kehadiran Wakil Gubernur menjadi inspirasi dan penambah semangat bagi kami. Tolok ukur keberhasilan kami sederhana: sejauh mana umat semakin dekat dengan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Mukson.
Sarasehan “Satu Jam Lebih Dekat”
Usai upacara yang diikuti oleh ASN, guru, dan siswa MAN 2 Rembang tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi hangat. Dalam sarasehan bertajuk “Satu Jam Lebih Dekat Bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah”, Gus Yasin membedah lebih dalam mengenai strategi memperkuat pembangunan berkelanjutan berbasis kerukunan umat.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Jawa Tengah untuk terus menjadi daerah yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh penganut agama.

Komentar