BERITASEMARANG.ID – Ada suasana berbeda di Auditorium Majeng, Rabu (7/1/2026). Di tengah riuhnya tawa dan hangatnya jabat tangan, terselip rasa haru yang mendalam. Keluarga besar Kanwil Kemenag Jawa Tengah berkumpul bukan sekadar untuk seremoni, melainkan merayakan sebuah perjalanan panjang: 80 tahun Kementerian Agama mengabdi untuk bangsa.
Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 ini menjadi panggung bagi Kemenag Jateng untuk menegaskan kembali posisi mereka sebagai “benteng” keberagaman di Indonesia.
“Kemenag Tidak Akan Pernah Mati”
Kepala Kanwil Kemenag Jateng, DR. Saiful Mujab M,Ag , memberikan pidato yang membakar semangat. Di hadapan ratusan pegawai, ia melontarkan kalimat yang menggetarkan optimisme bagi seluruh ASN maupun Non-ASN.
“Jangan pernah berkecil hati menjadi bagian dari keluarga besar ini. Selama bendera Merah Putih masih berkibar, selama Indonesia masih ada, Kemenag akan tetap berdiri tegak. Kita adalah napas dari kerukunan beragama di negeri ini,” tegas Saiful Mujab.
Ia mengingatkan bahwa Kemenag bukan sekadar instansi pemerintah, melainkan “ibu” yang melahirkan lembaga-lembaga besar seperti Pengadilan Agama, Baznas, hingga kementerian yang mengurus haji. Saiful mengajak seluruh jajarannya untuk membalas sejarah besar itu dengan satu kado: Layanan yang profesional dan penuh keikhlasan.
Maraton Syukur: Dari Keringat hingga Tetesan Darah
Ketua Panitia, Karbono, mengungkapkan bahwa puncak acara ini adalah hasil dari “maraton kebersamaan” yang sudah dimulai sejak awal Desember 2025. Perayaan ke-80 ini tidak hanya dirayakan di dalam ruangan, tapi juga menyentuh masyarakat:
- Energi Kolektif: Dimulai dengan senam sehat (8 Des) dan kompetisi fun games (22 Des) yang menghapus sekat antar-bidang.
- Hadiah untuk Kemanusiaan: Sebagai bentuk bakti sosial, lebih dari 80 kantong darah disumbangkan kepada masyarakat—sebuah simbol angka yang selaras dengan usia Kemenag.
- Kolaborasi Solid: Kemeriahan ini terselenggara berkat dukungan “tangan dingin” para mitra seperti Bank Jateng, BSI, Bank Mandiri, dan BRI.
Menuju Dekade Baru: Lebih Solid, Lebih Melayani
Acara tasyakuran ini ditutup dengan komitmen bersama untuk merapatkan barisan. Di usia yang ke-80, Kemenag Jateng tidak ingin sekadar menua, tapi ingin semakin matang dalam melayani umat.
“Mari kita bekerja keras, bekerja cerdas, dan yang terpenting: bekerja ikhlas. Rakyat menunggu pengabdian terbaik kita,” pungkas Saiful Mujab disambut tepuk tangan riuh para hadirin.

Komentar