Jateng

Luncurkan Aplikasi “Si Dia Baik”, ASN Kristiani Pemprov Jateng Gerak Cepat Salurkan Ratusan Juta untuk Aksi Sosial

BERITASEMARANG.ID  – Semangat berbagi dan transparansi kini menyatu dalam satu genggaman. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan aplikasi digital “Si Dia Baik” (Sistem Digitalisasi Badan Amal Kasih Kristiani) di tengah kemeriahan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Jumat (9/1/2026) malam.

​Inovasi ini bukan sekadar aplikasi biasa, melainkan simbol kepedulian para ASN Kristiani di lingkungan Pemprov Jateng untuk berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

​Transparansi dalam Satu Klik

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekda Sumarno, secara simbolis meresmikan aplikasi ini. Tujuan utamanya jelas: memastikan setiap rupiah yang didonasikan dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

​Hingga saat peluncuran, dana amal yang terkumpul melalui Bakkris sudah menembus angka Rp590 juta. Dana fantastis ini langsung dialokasikan untuk berbagai program kemanusiaan, seperti:

 

Kejar Mimpi MotoGP: 10 Wonderkid Indonesia Resmi Terpilih Masuk Astra Honda Racing School 2026

    • Bedah Rumah: Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
    • Tanggap Bencana: Bantuan cepat bagi warga terdampak bencana alam.
    • Kesejahteraan Masyarakat: Berbagai aksi sosial untuk warga yang membutuhkan di Jawa Tengah.

​”Inilah bentuk kepedulian yang nyata. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi untuk masyarakat luas. Saya sangat mengapresiasi langkah ini,” ujar Ahmad Luthfi dalam sambutannya yang disambut hangat oleh para hadirin.

​Inspirasi Lintas Agama

​Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, mengungkapkan rasa bangganya atas inisiatif ini. Menurutnya, aplikasi “Si Dia Baik” lahir dari diskusi panjang bersama paguyuban umat Kristiani yang ingin lebih terorganisir dalam berbagi.

​”Ini adalah sarana bagi kawan-kawan ASN Kristiani untuk menyalurkan sebagian hartanya. Saya berharap langkah mulia ini juga bisa diikuti oleh umat agama lain. Intinya adalah empati; kita harus sejahtera bersama,” tutur Taj Yasin.

​Bentuk Akuntabilitas Modern

​Ketua Panitia, Hanung Triyono, menegaskan bahwa hadirnya sistem digital ini adalah bukti bahwa amal pun harus dikelola dengan profesional dan cermat.

​”Meskipun sifatnya amal, akuntabilitas tetap nomor satu. Dengan ‘Si Dia Baik’, kita bisa mengoptimalkan dana yang ada agar benar-benar sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan di Jawa Tengah,” pungkas Hanung.

Perluas Akses Pendidikan di Pantura, UNDIP Resmi Mulai Pembangunan Gedung PSDKU 5 Lantai di Rembang

​Dengan peluncuran ini, Pemprov Jateng kembali membuktikan bahwa teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan bisa berjalan beriringan untuk menciptakan dampak sosial yang luar biasa.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement