Jateng Serambi Islam

Transformasi Haji 2026: Pecah Kepadatan Embarkasi Solo, Bandara YIA Kulon Progo Jadi Embarkasi Baru

BERITASEMARANG.ID  – Pada musim haji tahun 2026 ini, skema keberangkatan mengalami perubahan signifikan. Kabar gembira bagi calon jamaah haji asal Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Untuk pertama kalinya, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo akan dioperasikan sebagai embarkasi mandiri guna mengurangi kepadatan di Embarkasi Solo (SOC).

​Sebagai provinsi dengan jumlah jamaah terbesar kedua setelah Jawa Timur, Jawa Tengah menghadapi tantangan operasional yang besar. Namun, melalui koordinasi lintas sektoral, pemerintah optimistis pemberangkatan tahun ini akan berjalan lebih efektif.

​Pembagian Embarkasi: Inovasi Baru di Kulon Progo

​Tahun ini, kuota jamaah akan dibagi menjadi dua pintu keberangkatan utama:

​- Embarkasi Solo (SOC): Akan memberangkatkan 28.974 jamaah yang terbagi dalam 81 kloter. Meski beban berkurang, Solo tetap menjadi titik keberangkatan tersibuk dengan rata-rata 2 hingga 3 kloter per hari.

Sempat Terendam Banjir, Jalur KA Gubug-Karangjati, Selasa Sore Bisa Dilewati Kecepatan Terbatas

​- Embarkasi Yogyakarta (YIA): Sebagai langkah uji coba (pilot project), YIA akan memberangkatkan 9.320 jamaah (25 kloter). Menariknya, embarkasi ini tidak hanya melayani jamaah asal DIY, tetapi juga jamaah dari Karesidenan Kedu (Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen).

H. Fitriyanto S.Ag, M.Pd.i selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji & Umrah Provinsi Jawa Tengah mengatakan, ” Untuk fasilitas penginapan, jamaah di Yogyakarta akan menggunakan layanan Hotel Ibis dan Hotel Novotel di Kulon Progo yang dialihfungsikan sebagai asrama haji transit. Sementara itu, jamaah dari wilayah Barat seperti Cilacap dan Banyumas untuk saat ini masih tetap diberangkatkan melalui Solo demi menjaga stabilitas operasional di YIA,” katanya.

​Jadwal Keberangkatan dan Vaksinasi 

Kloter pertama dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dan akan terbang ke Tanah Suci pada 22 April 2026.

​Mengenai protokol kesehatan, pemerintah menetapkan bahwa Vaksin Meningitis dan Polio bersifat wajib. Adapun vaksin Influenza sangat dianjurkan sebagai pelindung tambahan, namun tetap bersifat pilihan bagi jamaah.

Kali Babon Meluap, Pemkot Semarang Gercep Evakuasi dan Salurkan Logistik di Rowosari-Meteseh

” Kemenhaj tengah bekerja ekstra keras, sebagai kementerian baru harus menyiapkan semua dari nol, mulai operasional, SDM hingga sistem administrasi. Kami juga berharap, semua calon jamaah haji juga harus mematuhi semua aturan dan tuntunan yang diberikan. Insyaallah kalau semua disiapkan dengan baik, baik kami dari Kemenhaj, petugas haji, dan calon jamaah haji, kami optimis perjalanan haji 2026 akan berjalan lancar, tertib, dan aman,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement