BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Kota Semarang berhasil menutup tahun anggaran 2025 dengan capaian yang membanggakan. Berkat pengelolaan keuangan yang disiplin dan inovatif, Ibu Kota Jawa Tengah ini mencatatkan realisasi pendapatan daerah yang fantastis, yakni menembus angka Rp5,81 triliun atau mencapai 92,22% dari target yang dipatok sebesar Rp6,30 triliun.
Kinerja yang solid ini menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi Kota Semarang terus bertumbuh secara sehat. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan administratif, melainkan bukti nyata dari pengelolaan APBD yang akuntabel, transparan, dan sepenuhnya berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
PAD dan Pajak Daerah Jadi Mesin Penggerak Utama
Kekuatan kemandirian fiskal Semarang terlihat jelas dari torehan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sepanjang tahun 2025, Pemkot Semarang berhasil mengumpulkan Rp3,42 triliun PAD, di mana sektor pajak daerah menjadi tulang punggung utama dengan sumbangan Rp2,74 triliun.
Selain pajak, sektor retribusi daerah juga memberikan kontribusi signifikan sebesar Rp556,22 miliar. Menariknya, pada kategori “Lain-lain PAD yang Sah”, Pemkot Semarang mencatatkan performa luar biasa dengan realisasi yang melampaui target hingga 130,61%.
Wali Kota Agustina menjelaskan bahwa strategi utama di tahun 2025 adalah penguatan basis pendapatan tanpa membebani warga. Melalui digitalisasi sistem dan perbaikan layanan, kepatuhan wajib pajak meningkat secara organik.
“Kami memastikan setiap potensi pendapatan dikelola dengan adil, sehingga manfaatnya bisa kembali dirasakan langsung oleh warga melalui pembangunan yang nyata,” tuturnya.
Sinergi Pusat dan Daerah yang Harmonis
Keberhasilan fiskal ini semakin kokoh berkat dukungan pusat. Realisasi pendapatan transfer tercatat sangat impresif, yakni mencapai Rp2,36 triliun atau setara dengan 99,62% dari target. Hal ini memberikan ruang gerak yang luas bagi pemerintah kota untuk mengeksekusi berbagai program prioritas tanpa kendala likuiditas.
Belanja Efisien, Pembangunan Tetap Responsif
Dari sisi pengeluaran, Pemkot Semarang menunjukkan sikap yang sangat hati-hati namun tetap produktif. Realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp5,73 triliun atau 88,69% dari pagu anggaran. Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam melakukan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik maupun target pembangunan infrastruktur.
Keseimbangan antara pendapatan yang tinggi dan belanja yang terkendali menjadi indikator bahwa stabilitas fiskal Kota Semarang dalam kondisi sangat prima. Dengan fondasi keuangan yang kuat di tahun 2025 ini, Kota Semarang optimis dapat memacu akselerasi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di periode mendatang.

Komentar