Jateng

Pati Masih Terendam, Gus Yasin: Pelayanan Rakyat Tak Boleh Berhenti

BERITASEMARANG.ID  – Di tengah kepungan banjir yang masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin (Gus Yasin), memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN). Ia menegaskan bahwa bencana alam bukan menjadi alasan untuk melambatkan pengabdian kepada masyarakat.

​Hal ini disampaikan Gus Yasin saat memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/1/2026).

​Kondisi Terkini: Banjir Mulai Menyusut

​Berdasarkan laporan terbaru, kondisi banjir di Pati menunjukkan tren positif meskipun kewaspadaan tetap harus dijaga ketat.

  • Awal Bencana: Melanda 12 kecamatan.
  • Kondisi Sekarang: Tersisa 6 kecamatan yang masih tergenang.
  • Instruksi: Pemantauan intensif terus dilakukan hingga air benar-benar surut total.

​Integritas Bukan Sekadar Kertas

​Gus Yasin menyoroti pentingnya menjaga integritas dan soliditas di tengah masa sulit. Baginya, komitmen melayani masyarakat adalah ujian nyata saat bencana melanda.

​”Pakta integritas jangan hanya berhenti di kertas, tetapi harus melekat dalam keseharian kita. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Kalau bisa, justru harus semakin semangat!” tegas Wagub di hadapan para pejabat dan camat se-Kabupaten Pati.

Kejar Mimpi MotoGP: 10 Wonderkid Indonesia Resmi Terpilih Masuk Astra Honda Racing School 2026

​Fokus Pemulihan Pasca-Bencana

​Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyatakan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang mengerahkan seluruh sumber daya untuk penanganan fase darurat dan persiapan pascabencana.

​Chandra berharap adanya sinergi yang kuat antara pemerintah dan warga agar Pati bisa segera bangkit. “Kami minta dukungan masyarakat. Semoga bencana ini segera kita atasi dan Pati kembali pulih seperti sedia kala,” ungkapnya.

​Poin Utama Rapat Forkopimda:

  1. Akselerasi Penanganan: Memastikan bantuan logistik dan evakuasi di 6 kecamatan sisa berjalan lancar.
  2. Layanan Publik Non-Stop: Kantor-kantor pelayanan diminta tetap beroperasi optimal meski dalam keterbatasan.
  3. Koordinasi Camat: Memperkuat peran camat sebagai ujung tombak penanganan dampak banjir di lapangan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement