Jateng Nasional

Atasi Backlog Perumahan, Kementerian PKP Adopsi Aplikasi Simperum Milik Pemprov Jateng

BERITASEMARANG.ID – Inovasi tata kelola data perumahan yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali mendapat apresiasi nasional. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi menggandeng Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jateng untuk mengintegrasikan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perumahan (Simperum).

​Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III dengan Disperakim Jateng di Yogyakarta, Rabu (12/2/2026).

​Solusi Data Real-Time untuk Program 3 Juta Rumah

​Langkah ini diambil guna mendukung percepatan program nasional, termasuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan target ambisius 3 Juta Rumah. Simperum dinilai menjadi kunci validasi data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan angka backlog (kekurangan) kepemilikan rumah yang selama ini sering terkendala sinkronisasi.

​Kepala BP3KP Jawa III Kementerian PKP, Aldino Herupriawan, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat terbantu dengan sistem yang dikembangkan Jateng. Menurutnya, Simperum mampu menyajikan data kependudukan secara dinamis dan selalu diperbarui.

​“Akses terhadap Simperum sangat membantu kami. Kita bisa langsung mengetahui berapa backlog kepemilikan dan RTLH di Jawa Tengah tanpa harus meminta satu per satu ke kabupaten/kota. Ini database paling lengkap dan inovatif di tingkat nasional,” ujar Aldino.

Program ‘Satu OPD Satu Desa Dampingan’ Pemprov Jateng Sukses Tekan Angka Kemiskinan, Kades Kediri Beri Apresiasi

​Replikasi ke Sistem Pusat

​Sebagai bentuk keseriusan, Kementerian PKP tidak hanya meminjam data, tetapi juga akan melakukan link dan replikasi sistem Simperum ke dalam platform Klinik PKP milik kementerian. Dengan begitu, pemerintah pusat dapat memantau progres penanganan perumahan di Jawa Tengah secara legal dan real-time.

​Semangat “Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan”

​Kepala Disperakim Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menyebut kolaborasi ini sebagai perwujudan visi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yakni “Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan”.

​Boedyo menjelaskan keunggulan Simperum terletak pada jangkauannya yang luas hingga ke level akar rumput.

  • Akses Luas: Akun sistem telah terdistribusi hingga tingkat desa.
  • Monitoring Ketat: Seluruh tahapan pembangunan rumah terpantau setiap saat.
  • Validitas Tinggi: Basis data awal penyelesaian backlog yang akuntabel.

​“Kami berharap sinergi ini menguntungkan semua pihak, mempercepat penanganan RTLH, serta memperkuat basis data perumahan yang valid,” pungkas Boedyo.

Buka Puasa Di Rooms Inc Semarang, Ada Paket ‘A Wishful Ramadan’, Tersedia Grandprize THR Rp15 Juta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement