BERITASEMARANG.ID – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam mewujudkan pemerataan pendidikan berkualitas kembali diperkuat. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, resmi memperluas jangkauan program Sekolah Swasta Gratis untuk tahun ajaran 2026 menjadi 133 sekolah.
Langkah ini ditandai dengan Penyerahan Bantuan Sekolah Swasta Gratis dan Focus Group Discussion (FGD) terkait Perubahan Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Aula Balai Kota Semarang, Jumat (27/2/2026).
Perluasan Jangkauan untuk Ketenangan Orang Tua
Jumlah sekolah mitra program ini meningkat dari tahun sebelumnya yang berjumlah 129 sekolah. Penambahan ini bertujuan untuk memberikan kepastian bagi warga kurang mampu agar putra-putri mereka tetap mendapatkan pendidikan layak tanpa kendala biaya.
Berikut adalah rincian 133 sekolah swasta gratis di Kota Semarang tahun 2026:
- 40 Taman Kanak-kanak (TK)
- 48 Sekolah Dasar (SD)
- 45 Sekolah Menengah Pertama (SMP)
”Tahun lalu program ini telah memberi manfaat bagi 16.340 siswa dengan anggaran Rp25,79 miliar. Tahun ini kita tambah jangkauannya menjadi 133 sekolah agar sekolah swasta bisa menjadi pilihan utama yang bagus dan gratis bagi warga,” ujar Agustina Wilujeng.
Sinergi Melalui Tagline “Semarang Cerdas”
Wali Kota menegaskan bahwa dana hibah pendampingan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari APBD ini adalah langkah konkret untuk menyukseskan visi Semarang Cerdas. Ia juga mengapresiasi yayasan pendidikan yang bersedia bergabung dalam program ini secara sukarela.
”Kita ingin orang tua merasa tenang karena pemerintah hadir memberikan dukungan. Meski APBD belum mampu menggratiskan seluruh sekolah swasta secara total, penambahan jangkauan ini adalah komitmen kami untuk terus hadir,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Semarang tengah menggodok regulasi beasiswa parsial agar bantuan pendidikan ke depannya bisa lebih tepat sasaran langsung kepada siswa yang membutuhkan.
Perketat Aturan, Tutup Celah “Siswa Titipan”
Dalam kesempatan yang sama, Agustina juga menyoroti perubahan Perwal SPMB 2026. Ia menjamin bahwa sistem pendaftaran siswa di Semarang tetap transparan dan akuntabel untuk mencegah praktik “titip-menitip” siswa.
”Saya pastikan tahun lalu tidak ada titipan karena sistemnya sudah sangat solid. Aturan harus terus kami perketat untuk menutup setiap celah. Kami ingin masyarakat percaya bahwa mekanisme ini benar-benar adil bagi semua anak,” tegasnya.
Investasi Masa Depan
Peningkatan akses pendidikan ini diharapkan mampu mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang. Bagi Agustina, kualitas pendidikan saat ini menentukan masa depan kota di masa depan.
”Masa depan Kota Semarang sedang duduk di ruang-ruang kelas hari ini. Tugas kita adalah memastikan akses pendidikan terbuka lebar agar anak-anak kita tidak menjadi generasi yang hilang,” pungkasnya.

Komentar