BERITASEMARANG.ID – Universitas Semarang (USM) menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan bertajuk ”Peran Pancasila di Tengah Dinamika Bangsa: Antara Kebebasan Berpendapat dan Persatuan” di Auditorium Ir. Widjatmoko, Selasa (20/10). Kegiatan yang diinisiasi oleh UKM Pengkajian Ideologi Bangsa (PIB) USM ini diikuti 1.500 mahasiswa secara hybrid (langsung dan daring).
Narasumber dari Lemhannas RI, Mayjen TNI (Purn) Supriyatna, S.I.P., M.M., menegaskan peran strategis mahasiswa sebagai generasi penerus yang aktif di dunia akademik maupun digital untuk terus memegang teguh Pancasila, khususnya Sila Ketiga, Persatuan Indonesia.
”Mahasiswa itu posisinya strategis. Keterbukaan terhadap perbedaan dan kepedulian pada kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi adalah kunci menjaga keutuhan bangsa,” ujar Supriyatna.
Senada dengan hal tersebut, Pembina UKM PIB USM, Dr. Tri Mulyani, S.Pd., S.H., M.H., mengingatkan pentingnya etika dalam menyikapi kebebasan berpendapat di era digital agar tidak memicu perpecahan.
”Kebebasan adalah hak, tetapi persatuan merupakan kewajiban moral. Pendapat boleh berbeda dan warna politik boleh beragam, tetapi Merah Putih kita tetap satu,” tegas Tri Mulyani.
Sementara itu, Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, S.Kom., mengajak mahasiswa menjadi sosok yang kritis sekaligus solutif dengan senantiasa menyaring informasi sebelum membagikannya.
Wakil Rektor I USM, Prof. Dr. Ir. Haslina, M.Si., berharap kegiatan ini melatih mahasiswa untuk bijak beraspirasi, mempertimbangkan etika, serta memiliki tanggung jawab sosial dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

Komentar