BERITASEMARANG.ID – Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari hilir hingga hulu. Langkah ini ditunjukkan langsung oleh Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., saat meninjau mitra penggilingan rakyat UD Gunslep di Desa Turi Tempel, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Kunjungan lapangan ini bertujuan memastikan proses pengolahan gabah menjadi beras berjalan sesuai standar mutu nasional. Di tengah capaian serapan gabah dan beras BULOG yang menembus 3,5 juta ton—dengan total stok nasional mencapai 5,4 juta ton—fokus utama BULOG kini bergeser pada ketahanan daya simpan dan mutu beras.
Dalam peninjauannya, Ahmad Rizal mengecek langsung seluruh tahapan produksi, mulai dari sortasi gabah hingga hasil akhir beras. Ia mengapresiasi kualitas beras yang dihasilkan mitra maklon tersebut. Menurutnya, penggunaan gabah berkualitas yang dipanen pada tingkat kematangan optimal mampu menghasilkan beras bermutu tinggi, meski diolah dengan mesin penggilingan sederhana.
”Prioritas kami saat ini bukan sekadar menjaga jumlah stok, tetapi memastikan setiap butir beras yang disimpan memiliki kualitas terbaik agar tetap layak dikonsumsi masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Ahmad Rizal.
Ia menekankan bahwa penguatan kemitraan dengan penggilingan kecil merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberdayakan ekonomi rakyat. Penggilingan lokal tidak lagi dipandang sekadar mitra kerja, melainkan pilar penting dalam ekosistem pangan nasional.
Sebagai langkah konkret jangka panjang, BULOG tengah menyiapkan program sertifikasi penggilingan yang akan mulai diterapkan pada tahun 2027. Program ini dirancang untuk meningkatkan daya saing penggilingan rakyat, memberikan nilai tambah bagi petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Komentar