Jateng Serambi Islam

Direktur Bina Petugas Haji Buka Diklat PPIH Jateng: Petugas Adalah Wajah Negara

BERITASEMARANG.ID  – Direktur Bina Petugas Haji Reguler, H. Chandra Sulistio Reksoprojo, secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter dan Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi Jawa Tengah di Embarkasi Donohudan, Boyolali, Kamis (5/2).

​Dalam sambutannya yang mewakili Menteri Haji dan Umrah, Chandra menegaskan bahwa diklat ini bukan sekadar formalitas pemenuhan syarat penugasan, melainkan titik awal pembentukan sikap dan mentalitas pelayan tamu Allah. Petugas haji disiapkan untuk hadir, melayani, dan bertanggung jawab penuh kepada jemaah.

​”PPIH Kloter dan PHD adalah wajah negara di hadapan jemaah. Setiap ucapan, keputusan, dan tindakan saudara akan dirasakan langsung oleh jemaah. Dari sinilah kepercayaan dan martabat negara dipertaruhkan,” tegas Chandra di hadapan ratusan peserta.

​Ia menambahkan bahwa orientasi utama petugas wajib tertuju pada jemaah, bukan pada urusan administrasi, rutinitas, apalagi kenyamanan pribadi petugas. Layanan haji akan dinilai dari kualitas pelayanan yang benar-benar diterima jemaah sejak berangkat hingga kembali ke tanah air.

​Chandra juga menekankan pentingnya penguasaan tugas sesuai fungsi masing-masing. PPIH Kloter dituntut solid dalam manajemen dan koordinasi, sementara PHD harus kuat dalam bimbingan ibadah serta memberikan ketenangan bagi jemaah.

Jelang Ramadan, Pertamina Guyur Tambahan Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

“Disiplin adalah fondasi layanan. Tidak ada ruang untuk sikap reaktif atau emosional di lapangan,” imbuhnya.

​Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Tengah, H. Fitriyanto, S.Ag, M.Pd.i, melaporkan bahwa diklat ini diikuti oleh total 426 peserta. Jumlah tersebut terdiri dari 106 Ketua Kloter, 106 Pembimbing Ibadah (Bimbad) Kloter, 107 Dokter Kloter, dan 107 Perawat Kloter.

​Di akhir arahan, petugas diminta menjaga integritas sejak masa diklat dan menjauhi sikap transaksional maupun penyalahgunaan wewenang. Petugas diharapkan mengikuti seluruh materi dan simulasi dengan sungguh-sungguh sebagai bekal menghadapi situasi riil yang dinamis di Arab Saudi.

​”Jadilah petugas haji yang melayani dengan hati, bekerja dengan akal sehat, dan menjaga kehormatan jemaah serta negara,” tutup Fitriyanto.

Sempat Terendam Banjir, Jalur KA Gubug-Karangjati, Selasa Sore Bisa Dilewati Kecepatan Terbatas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement