BERITASEMARANG.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang terus mempercepat modernisasi transportasi publik dan pembenahan pelayanan daerah.
Tiga fokus utama yang kini digencarkan mencakup pengoperasian bus listrik Trans Semarang, digitalisasi sistem parkir, hingga pengawasan penerangan jalan umum (PJU).
Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengungkapkan bahwa penggunaan bus listrik menjadi langkah strategis untuk menekan emisi gas buang dan mengurangi ketergantungan pada BBM. Dari target keseluruhan 27 unit, saat ini sebanyak lima unit bus listrik Trans Semarang telah resmi beroperasi di jalanan kota.
”Pengembangan armada berbasis listrik ini menjadi komitmen kami untuk menghadirkan transportasi perkotaan yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat,” ujar Danang dalam acara Coffee Morning Bersama Insan Media di Gedung B Kantor Dishub Semarang, Senin (12/10/2026).
Selain efisiensi angkutan umum, Dishub fokus menekan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui perluasan penerapan parkir elektronik (e-parking) bagi juru parkir di tepi jalan umum.
Dengan sistem transaksi non-tunai berbasis aplikasi, pengelolaan retribusi parkir diyakini akan jauh lebih transparan dan akuntabel.
Di sisi lain, Dishub juga tengah mengoptimalkan tata kelola PJU pascaperalihan kewenangan dari Disperkim. Tenaga Ahli Dishub Semarang, Sugeng Wahyudi, menjelaskan pihaknya telah memasang perangkat pemantau otomatis untuk memetakan titik lampu padam serta rutin berkoordinasi terkait perampalan pohon rindang yang menutupi pencahayaan jalan.
Langkah pembenahan ini turut mendapat masukan dari akademisi Untung Budiarso yang mendorong Dishub untuk memperkuat keterbukaan informasi publik dan optimalisasi media sosial agar masyarakat dapat memantau langsung setiap capaian kinerja dan tindak lanjut aduan.

Komentar