BERITASEMARANG.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang memperketat mitigasi teknis di TPA Jatibarang guna mengantisipasi ancaman kebakaran selama musim kemarau. Langkah ini diambil menyusul Apel Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Kebakaran yang digelar pertengahan Juli lalu.
Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani, mengungkapkan pihaknya menerjunkan tim lapangan untuk berpatroli rutin setiap 4–6 jam di zona rawan. Selain itu, penyiraman berkala oleh Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) dilakukan dua hari sekali dengan sistem on-call response time di bawah 15 menit.
”Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun. Peralatan teknis di lapangan tidak akan maksimal tanpa kedisiplinan bersama,” tegas Glory, Jumat (14/8).
Mitigasi teknis yang disiagakan mencakup:
-. 8 Titik Pipa Injeksi Air: Penanganan potensi api bawah permukaan (subsurface fire).
-. Kontrol Gas & Tanah: Pelaksanaan flaring gas metana harian, penyemprotan biodekomposer, dan soil cover (penutupan tanah).
-. Pemantauan Udara: Pengawasan kawasan TPA menggunakan drone.
-. Pasokan Cadangan Air: Menyediakan cadangan air 230 meter kubik beserta armada tangki, pompa portabel, dan APAR.
Kesiapan ini terbukti mampu menjinakkan empat kejadian titik api yang sempat muncul di sekitar TPA secara cepat berkat sinergi petugas, Damkar, TNI, Polri, hingga warga. Selain langkah teknis, DLH memperketat sosialisasi larangan merokok dan membuat perapian (diang) bagi pemulung, pengemudi truk, dan peternak di area TPA.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengapresiasi kesigapan tim gabungan dan meminta kewaspadaan terus dijaga hingga musim kemarau berakhir.

Komentar