BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap menggebrak sektor teknologi dan ekonomi dengan meluncurkan Rumah Inovasi Jateng. Digagas oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jateng, pusat riset ini dirancang sebagai wadah inklusif untuk menciptakan solusi nyata bagi masyarakat.
Kepala Brida Jateng, Mohamad Arief Irwanto, menjelaskan bahwa fasilitas ini direncanakan berdiri di kawasan Pucang Gading, Kabupaten Demak. Proyek ini menjadi bagian dari strategi besar untuk membangun Jawa Tengah yang lebih maju dan berdikari melalui sentuhan ilmu pengetahuan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Dampak Nyata
Rumah Inovasi Jateng tidak akan bekerja sendirian. Sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi, program ini mengedepankan kolaborasi pentahelix yang melibatkan Pemerintah Provinsi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga dunia industri.
Arief menegaskan bahwa target utama dari sinergi ini adalah komersialisasi riset. Ia tidak ingin inovasi hanya berakhir sebagai dokumen laporan, melainkan harus menjadi produk konkret yang mampu menyerap tenaga kerja dan menghidupkan ekonomi di tingkat lokal.
Loncatan Digitalisasi dan Modernisasi
Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, Rumah Inovasi Jateng akan menjadi motor penggerak bagi digitalisasi dan modernisasi di berbagai sektor krusial, mulai dari sektor pertanian, industri manufaktur, hingga pemberdayaan UMKM.
Kehadiran pakar dari perguruan tinggi yang didukung oleh penyerapan dari dunia industri diharapkan membuat teknologi yang lahir benar-benar tepat guna. Hal ini disampaikan Yopi saat meninjau kesiapan koordinasi di Semarang pada akhir Januari 2026 lalu.
Memastikan Standar Nasional
Selain menjadi pusat pengembangan ide, tim dari BRIN juga memastikan bahwa persiapan peluncuran Rumah Inovasi ini telah memenuhi standar nasional. Langkah ini diambil agar dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan nantinya benar-benar terukur dan berkelanjutan.
Saat ini, Brida Jateng dan BRIN terus memantau berbagai fasilitasi riset yang sedang berjalan. Keberhasilan model kolaborasi di Jawa Tengah ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam membangun ekosistem riset yang mandiri dan kompetitif.

Komentar