BERITASEMARANG.ID – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh program prioritas Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikan usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).
Dalam forum yang dihadiri lebih dari 4.000 pejabat lintas instansi tersebut, Ahmad Luthfi menyatakan bahwa arahan Presiden menjadi bahan bakar bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk lebih fokus pada program-program yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat.
”Beliau (Presiden) memberikan kita semangat untuk melayani masyarakat,” ujar Luthfi singkat.
Fokus pada Lumbung Pangan dan Ekonomi 8%
Sebagai tulang punggung pangan nasional, Ahmad Luthfi telah menyiapkan peta jalan strategis untuk mengintegrasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah dengan program pusat. Fokus utamanya adalah mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% dan swasembada pangan.
Berikut adalah poin-poin strategi utama Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin:
- Kedaulatan Pangan: Jateng menargetkan produksi padi sebesar 10,5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dan 3,7 juta ton jagung pada tahun 2026 melalui rehabilitasi irigasi dan peningkatan produktivitas.
- Akselerasi Ekonomi: Memperkuat sektor industri, perdagangan, dan konstruksi. Mengingat pada triwulan III-2025, ekonomi Jateng mampu tumbuh 5,37%, melampaui angka nasional.
- Sumber Daya Manusia (SDM): Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), program Petani Milenial, serta hilirisasi sumber daya alam (SDA) guna menekan angka pengangguran yang saat ini berada di level 4,66%.
- Pendidikan & Kesehatan: Perluasan program ‘Sekolah Rakyat’, pembangunan SMK Boarding, serta dukungan penuh untuk program Cek Kesehatan Gratis dan dokter spesialis keliling.
Transformasi Infrastruktur dan Aglomerasi
Tidak hanya sekadar pertumbuhan angka, Ahmad Luthfi juga menyoroti pentingnya pemerataan wilayah. Pemprov Jateng tengah mengembangkan 10 wilayah pengembangan dan 10 aglomerasi ekonomi baru.
”Fokus kami adalah konektivitas wilayah dan penanganan permukiman kumuh, sehingga dampak pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan hingga ke tingkat desa,” tambah dokumen strategi Pemprov tersebut.
Senada dengan Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menambahkan bahwa Rakornas ini mempertegas peran kepala daerah dalam bela negara melalui pelayanan publik. “Kita bekerja lebih semangat lagi untuk merawat rakyat dan memastikan kesejahteraan mereka menjadi prioritas utama,” pungkasnya.
Dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, Jawa Tengah optimistis dapat menjadi mesin penggerak utama dalam mencapai target-target ambisius pemerintah pusat di tahun 2026.

Komentar