BERITASEMARANG.ID – Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang terus memperkuat internasionalisasi dengan memperluas jejaring akademik ke sejumlah perguruan tinggi di Eropa dan Turkiye.
Rangkaian agenda internasional tersebut akan berlangsung pada 8 Oktober hingga 1 November 2026, dengan tujuan Perancis, Turkiye, Denmark, dan Belanda. Kegiatan diarahkan untuk memperkuat kerja sama pendidikan, penelitian, mobilitas mahasiswa dan dosen, hingga pengembangan kapasitas akademik.
Delegasi Fakultas Teknik Unissula terdiri atas Prof Dr Ir Slamet Imam Wahyudi DEA, Prof Dr Ir Henny Pratiwi Adi ST MT, dan Ari Sentani ST MSc. Mereka didampingi Staf Kantor Urusan Internasional Unissula Raden Mas Kusuma Dilaga SM, mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil Yulia Indriani, serta research assistant Fakultas Teknik Unissula Rahmatia Sarah.
Sebelum berangkat, delegasi melakukan silaturahmi sekaligus berpamitan kepada Rektor Unissula Prof Dr Gunarto SH MH, Rabu (7/10/2026).
Rektor Unissula Prof Gunarto mengatakan, internasionalisasi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Internasionalisasi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi internasional, Unissula dapat memperkuat kapasitas akademik sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi pada level global,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama internasional juga membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman serta pengetahuan dari berbagai perguruan tinggi dunia.
Langkah tersebut, lanjutnya, sejalan dengan pengembangan kelas internasional yang kini semakin diperluas Unissula pada jenjang sarjana, magister hingga doktor.
Agenda pertama dilakukan di Marseille, Perancis. Sebagian delegasi, yakni Ari Sentani, Yulia Indriani dan Rahmatia Sarah, akan mengikuti International Congress on Irrigation and Drainage (ICID) pada 12–17 Oktober 2026.
Forum internasional yang mendapat dukungan World Bank dan World Water Council tersebut membahas isu ketahanan pangan dan air, konservasi air, serta akses terhadap sumber daya yang berkeadilan.
Keikutsertaan tersebut menjadi peluang bagi sivitas akademika Unissula untuk memperluas jejaring dengan akademisi dan praktisi dari berbagai negara sekaligus membuka peluang kolaborasi penelitian.
Pada 18–19 Oktober 2026, Prof Imam dan Prof Henny dijadwalkan mengunjungi Istanbul University-Cerrahpaşa, Turkiye.
Kunjungan akan diawali dengan agenda di Department of Civil Engineering. Fakultas Teknik Unissula berharap kerja sama tersebut nantinya dapat berkembang tidak hanya pada tingkat program studi, tetapi juga fakultas dan universitas.
Unissula sebelumnya telah memiliki kerja sama dengan Istanbul University melalui Fakultas Hukum. Karena itu, Fakultas Teknik melihat peluang untuk memperluas jejaring tersebut ke bidang teknik sipil.
Rangkaian agenda kemudian berlanjut ke VIA University College di Horsens, Denmark, pada 19–24 Oktober 2026.
Unissula telah menjalin kerja sama dengan VIA University College sejak 2024. Salah satu fokus kolaborasi adalah penelitian mengenai rainwater harvesting dan pengembangan sistem multifunctional rainwater harvesting.
Dalam kunjungan tersebut, kerja sama penelitian dan pengembangan kapasitas akademik akan kembali diperkuat. Dua peserta dari Unissula, Yulia Indriani dan Rahmatia Sarah, juga memperoleh dukungan beasiswa dari VIA University College.
Selain itu, Prof Imam dan Prof Henny dijadwalkan mengikuti kegiatan Joint Examiner untuk menguji disertasi mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil Unissula bersama dosen VIA University College, Prof Theis Andersen.
Setelah dari Denmark, delegasi Unissula akan melanjutkan agenda ke Hanze University of Applied Sciences (HUAS) di Groningen, Belanda, pada 26–30 Oktober 2026.
Kunjungan tersebut mendapat dukungan pendanaan Hibah Erasmus+ melalui program kolaborasi Unissula bersama HUAS.
Selain memperkuat jejaring akademik, delegasi akan mengeksplorasi peluang pengembangan program pendidikan dan penelitian bersama.
Salah satu agenda penting adalah workshop dan pelatihan mengenai kerja sama internasional serta pengelolaan akreditasi internasional.
Pengalaman Hanze University dalam mengelola kerja sama internasional dan akreditasi diharapkan dapat menjadi referensi bagi Unissula dalam memperkuat sistem akademik dan mutu pendidikan.
Rangkaian kunjungan di Belanda juga mencakup Rotterdam University of Applied Sciences (RUAS) pada 30 Oktober 2026.
Unissula telah memiliki hubungan kerja sama dengan perguruan tinggi tersebut, termasuk dalam program mobilitas dosen dan mahasiswa.
Dalam kunjungan ini, delegasi akan mengevaluasi keberlanjutan program mobilitas sekaligus membahas peluang pengembangan kerja sama. Delegasi juga dijadwalkan bertemu dengan sejumlah mitra akademik, termasuk Professor Rik Heikoop.
Dekan Fakultas Teknik Unissula Dr Abdul Rochim ST MT mengatakan, internasionalisasi bukan hal baru bagi fakultas yang dipimpinnya.
Menurutnya, Fakultas Teknik Unissula telah membangun kerja sama internasional selama lebih dari 15 tahun dengan berbagai pusat pendidikan dan perguruan tinggi terkemuka dunia.
“Fakultas Teknik Unissula telah mengimplementasikan kerja sama internasional selama lebih dari 15 tahun dengan berbagai pusat pendidikan terkemuka di dunia,” katanya.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, pertukaran mahasiswa, peningkatan kapasitas dosen, serta pengembangan program akademik bersama.
Dukungan Erasmus+ juga dinilai menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kualitas sekaligus keberlanjutan kerja sama internasional.
Rangkaian kunjungan ke empat negara tersebut diharapkan tidak berhenti pada kerja sama formal, tetapi menghasilkan program konkret yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, penelitian, dan pengembangan akademik Unissula.
Melalui penguatan jejaring global, Fakultas Teknik Unissula menargetkan semakin banyak kolaborasi internasional yang dapat mendorong peningkatan daya saing akademik sekaligus memperkuat posisi Unissula dalam jejaring pendidikan tinggi dunia.

Komentar