BERITASEMARANG.ID – Menawarkan konsep futuristik dengan pemandangan langsung ke arah Laut Jawa, jaringan hotel internasional ternama, Hyatt, resmi menancapkan kukunya di ibu kota Jawa Tengah. Pembangunan Hotel Hyatt Place Semarang ditandai melalui prosesi groundbreaking yang digelar di kawasan terpadu Pearl of Java (POJ), Marina, Kota Semarang, Sabtu (13/6/2026).
Kehadiran Hyatt Place ini menjadi angin segar sekaligus penegas bahwa daya tarik investasi Kota Atlas kian berkilau di tengah persaingan antardaerah. Terlebih, merek (brand) Hyatt Place tergolong sangat eksklusif dan masih relatif terbatas di Indonesia.
Direktur Utama PT Prakasita Agung Mandiri (PAM), Lawrence Wibisono, mengungkapkan bahwa membawa jaringan hotel global sekelas Hyatt ke Semarang bukanlah perkara mudah karena adanya standar dan persyaratan internasional yang sangat ketat.
”Kami melihat Hyatt sangat berkomitmen. Brand ini juga tidak ada di setiap kota, sehingga memiliki nilai eksklusivitas tersendiri,” ujar Lawrence optimistis.
Sentuhan Futuristik dan Rooftop Bar Menghadap Laut Jawa
Berdiri di atas lahan seluas 6.000 meter persegi, Hyatt Place Semarang dirancang setinggi tujuh lantai dengan total 154 kamar. Hotel ini diproyeksikan menjadi akomodasi modern yang membidik para pelaku bisnis, akademisi, hingga wisatawan modern.
Berbeda dengan hotel konvensional, Hyatt Place Semarang akan mengusung konsep futuristik yang kental melalui:
-. Smart Room Technology: Penerapan teknologi kamar pintar untuk kemudahan dan kenyamanan tamu secara digital.
-. Desain Dinamis & Eco-Friendly: Memiliki taman terbuka (open courtyard) di bagian tengah bangunan demi memaksimalkan pencahayaan alami.
-. Fasilitas Premium: Dilengkapi dengan ballroom, ruang pertemuan, pusat kebugaran, kolam renang, hingga rooftop bar yang menyajikan pemandangan langsung ke eksotisnya Laut Jawa.
”Kita memang tidak bermain di segmen bintang lima. Tapi untuk kelasnya nanti, kami cukup yakin desain dan konsep yang ditawarkan bisa menjadi salah satu yang paling unggul,” tambah Lawrence.
Magnet Baru Kawasan Terpadu POJ Marina
Hyatt Place Semarang nantinya akan menjadi bagian integral dari megaproyek kawasan terpadu milik Bina Nusantara (Binus) Group di pesisir Marina. Hotel ini akan terintegrasi langsung dengan BINUS School Semarang, BINUS University @Semarang, serta pusat perbelanjaan teranyar yang baru saja diresmikan, 23 Semarang Shopping Center.
Head of Growth & Owner Relations North East Asia and South East Asia Hyatt, Sarah Leow, menilai Semarang memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat yang didorong oleh sektor industri (seperti Kawasan Industri Kendal), perkembangan dunia pendidikan, serta pariwisata.
”Seiring pertumbuhan Semarang sebagai destinasi bisnis, pendidikan, dan pariwisata, kami percaya Hyatt Place Semarang akan menghadirkan pengalaman menginap yang sesuai dengan kebutuhan tamu modern,” kata Sarah.
Serap Kontraktor dan Tenaga Kerja Lokal
SEMARANG – Menawarkan konsep futuristik dengan pemandangan langsung ke arah Laut Jawa, jaringan hotel internasional ternama, Hyatt, resmi menancapkan kukunya di ibu kota Jawa Tengah. Pembangunan Hotel Hyatt Place Semarang ditandai melalui prosesi groundbreaking yang digelar di kawasan terpadu Pearl of Java (POJ), Marina, Kota Semarang, Sabtu (13/6/2026).
Kehadiran Hyatt Place ini menjadi angin segar sekaligus penegas bahwa daya tarik investasi Kota Atlas kian berkilau di tengah persaingan antardaerah. Terlebih, merek (brand) Hyatt Place tergolong sangat eksklusif dan masih relatif terbatas di Indonesia.
Direktur Utama PT Prakasita Agung Mandiri (PAM), Lawrence Wibisono, mengungkapkan bahwa membawa jaringan hotel global sekelas Hyatt ke Semarang bukanlah perkara mudah karena adanya standar dan persyaratan internasional yang sangat ketat.
”Kami melihat Hyatt sangat berkomitmen. Brand ini juga tidak ada di setiap kota, sehingga memiliki nilai eksklusivitas tersendiri,” ujar Lawrence optimistis.
Sentuhan Futuristik dan Rooftop Bar Menghadap Laut Jawa
Berdiri di atas lahan seluas 6.000 meter persegi, Hyatt Place Semarang dirancang setinggi tujuh lantai dengan total 154 kamar. Hotel ini diproyeksikan menjadi akomodasi modern yang membidik para pelaku bisnis, akademisi, hingga wisatawan modern.
Berbeda dengan hotel konvensional, Hyatt Place Semarang akan mengusung konsep futuristik yang kental melalui:
-. Smart Room Technology: Penerapan teknologi kamar pintar untuk kemudahan dan kenyamanan tamu secara digital.
-. Desain Dinamis & Eco-Friendly: Memiliki taman terbuka (open courtyard) di bagian tengah bangunan demi memaksimalkan pencahayaan alami.
-. Fasilitas Premium: Dilengkapi dengan ballroom, ruang pertemuan, pusat kebugaran, kolam renang, hingga rooftop bar yang menyajikan pemandangan langsung ke eksotisnya Laut Jawa.
”Kita memang tidak bermain di segmen bintang lima. Tapi untuk kelasnya nanti, kami cukup yakin desain dan konsep yang ditawarkan bisa menjadi salah satu yang paling unggul,” tambah Lawrence.
Magnet Baru Kawasan Terpadu POJ Marina
Hyatt Place Semarang nantinya akan menjadi bagian integral dari megaproyek kawasan terpadu milik Bina Nusantara (Binus) Group di pesisir Marina. Hotel ini akan terintegrasi langsung dengan BINUS School Semarang, BINUS University @Semarang, serta pusat perbelanjaan teranyar yang baru saja diresmikan, 23 Semarang Shopping Center.
Head of Growth & Owner Relations North East Asia and South East Asia Hyatt, Sarah Leow, menilai Semarang memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat kuat yang didorong oleh sektor industri (seperti Kawasan Industri Kendal), perkembangan dunia pendidikan, serta pariwisata.
”Seiring pertumbuhan Semarang sebagai destinasi bisnis, pendidikan, dan pariwisata, kami percaya Hyatt Place Semarang akan menghadirkan pengalaman menginap yang sesuai dengan kebutuhan tamu modern,” kata Sarah.
Serap Kontraktor dan Tenaga Kerja Lokal
Tak hanya mendongkrak sektor hospitality, proyek kakap ini juga dipastikan membawa efek domino bagi perekonomian lokal sejak masa konstruksi hingga operasional. Pihak pengembang berkomitmen penuh untuk memprioritaskan pemanfaatan jasa kontraktor, penyuplai material, hingga penyerapan tenaga kerja asli dari Semarang dan sekitarnya.
”Sebagian besar pekerja dari Semarang, karena tidak masuk akal kalau mengimpor banyak tenaga kerja dari daerah lain,” tegas Lawrence.
Hotel Hyatt Place Semarang ditargetkan resmi beroperasi penuh pada tahun 2028. Namun, jika proses konstruksi berjalan mulus tanpa kendala, pihak pengembang membuka peluang besar untuk mempercepat operasional (soft opening) pada akhir tahun 2027.

Komentar