Kesehatan Semarang

HUT ke-56, RSI Sultan Agung Torehkan Rekor MURI Penyuluhan Gigitan Ular

BERITASEMARANG.ID — Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang mencatatkan capaian baru dalam momentum HUT ke-56. Bertepatan dengan peringatan World Snakebite Awareness Day, RSI Sultan Agung menggelar Penyuluhan Massal Penanganan Gigitan Ular (snakebite) yang berhasil mencatatkan rekor di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat edukasi masyarakat sekaligus jejaring penanganan kasus gigitan ular dan toksikologi di Indonesia. Inisiatif RSI Sultan Agung ini mendapat dukungan dari Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Penyuluhan menghadirkan pakar toksikologi, Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.E.M., Subsp.Tok.(K), FICEP, FIMMA, selaku Ketua Kajian Gigitan Hewan Berbisa, Tanaman Beracun, Penyakit Tidak Menular, serta Toksikologi Kemenkes RI.

Selain membahas penanganan kegawatdaruratan akibat gigitan ular, kegiatan juga memberikan edukasi mengenai penanganan darurat toksikologi medis, termasuk manajemen kasus keracunan yang berkaitan dengan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang menetapkan RSI Sultan Agung Semarang sebagai mitra strategis Kemenkes RI dalam penanganan gigitan ular dan kasus toksikologi.

Perluas Jaringan Distribusi, BULOG Pasok Beras Murah ke 1.985 Koperasi Desa

Kerja sama tersebut juga disinergikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat jejaring rujukan sekaligus mempercepat penanganan kasus gigitan ular dan toksikologi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa, mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri seluruh civitas hospitalia untuk terus meningkatkan kualitas rumah sakit.

Menurutnya, kepercayaan diri yang kuat di lingkungan rumah sakit menjadi fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan, dan penelitian secara berkelanjutan.

“Kepercayaan diri seluruh jajaran RSI Sultan Agung menjadi fondasi utama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan, dan penelitian secara berkesinambungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, RSI Sultan Agung juga berkomitmen mendukung berbagai program strategis pemerintah di bidang kesehatan. Dengan kapasitas yang dimiliki, rumah sakit diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Peringati Pertempuran Lima Hari di Tugu Muda, Wali Kota Semarang Agustina Ajak Warga Rawat Sejarah Kota  

Sementara itu, Ketua Umum YBWSA Prof. Dr. Bambang Tri Bawono menegaskan dukungan YBWSA terhadap pengembangan RSI Sultan Agung, termasuk dalam membuka akses pendidikan kesehatan seluas-luasnya.

“Pendidikan kesehatan, baik formal maupun nonformal, perlu terus dibuka seluas-luasnya, tidak hanya bagi tenaga kesehatan tetapi juga bagi masyarakat awam,” katanya.

Menurut Bambang, RSI Sultan Agung sebagai salah satu unit usaha strategis di bawah YBWSA memiliki ruang kolaborasi yang luas dengan berbagai pihak.

Selain RSI Sultan Agung, YBWSA juga menaungi jaringan Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), serta berbagai perguruan tinggi dan unit usaha lainnya.

Karena itu, RSI Sultan Agung terbuka untuk membangun kolaborasi dengan organisasi masyarakat, lembaga pemerintah maupun instansi swasta dalam mendukung kemajuan kesehatan bangsa.

40 Keluarga Ramaikan BERGEMA Ibu Profesional Semarang, Fokus Perkuat Bonding Ayah dan Anak  

Raihan rekor MURI dan terbangunnya kemitraan dengan Kemenkes RI dalam bidang toksikologi menjadi bagian dari langkah RSI Sultan Agung memperluas peran. Tidak hanya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat edukasi, penelitian, serta penguatan ketahanan kesehatan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement