Jateng

Jateng Hattrick Berantas RTLH: Sulap Rumah Reot Jadi Layak, Dorong Ekonomi Warga  

BERITASEMARANG.ID — Memasuki usia ke-81, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memasifkan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) secara terpadu. Tak sekadar memperbaiki atap dan dinding, Pemprov Jateng juga menyasar penguatan ekonomi serta pendidikan keluarga penerima manfaat guna memutus rantai kemiskinan.

​Data Pemprov Jateng mencatat keberhasilan menekan backlog perumahan secara signifikan. Sepanjang 2025, sebanyak 274.514 unit rumah berhasil ditangani, yang memangkas angka backlog dari 1,33 juta unit menjadi 1,05 juta unit di awal 2026. Tren positif ini berlanjut hingga Triwulan II 2026 dengan tambahan penanganan mencapai 65.449 unit melalui sinergi APBN, APBD, Dana Desa, hingga Baznas dan CSR.

​Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa intervensi pemerintah difokuskan pada peningkatan kualitas hunian masyarakat kurang mampu.

​”Kita bantu tidak hanya rumahnya. Kalau anaknya ada yang putus sekolah, kita sekolahkan. Kalau butuh pekerjaan, bantuan sosialnya juga kita dorong,” ujar Ahmad Luthfi saat menyerahkan bantuan di Sragen.

​Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menekankan pentingnya membuka akses lapangan kerja bagi anggota keluarga penerima RTLH, seperti menghubungkan para lulusan sekolah dengan pelatihan vokasi hingga bursa kerja.

Wajah Baru Bajaj di Semarang: Berteknologi 4-Tak 236 cc dan Terintegrasi Aplikasi  

​Program lintas sektor ini terbukti memberi impak nyata bagi warga. Hadi Mulyono, penerima bantuan asal Kudus, mengaku sangat terbantu karena impian lama memperbaiki rumahnya akhirnya terwujud. Melalui pendekatan holistik ini, Jawa Tengah berkomitmen tidak hanya menghadirkan hunian yang sehat dan aman, tetapi juga membuka jalan bagi kemandirian ekonomi masyarakatnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement