Jateng

Jateng Juara Pariwisata Nasional: Strategi ‘Aglomerasi’ Ahmad Luthfi Sukses Sedot Jutaan Wisatawan

SEMARANG – Jawa Tengah resmi mengukuhkan posisinya sebagai “raja” pariwisata nasional. Berdasarkan riset terbaru dari CNBC Indonesia Research, provinsi ini berhasil menduduki peringkat teratas dalam perolehan pendapatan dari objek daya tarik wisata komersial di Indonesia.

​Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan bahwa lonjakan performa ini merupakan buah dari strategi Aglomerasi Wisata dan optimalisasi peran Desa Wisata sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

​Menyulap Kawasan Terintegrasi

​Gubernur Luthfi menjelaskan bahwa salah satu keunggulan Jawa Tengah terletak pada konsep aglomerasi—pengembangan kawasan wisata yang saling terintegrasi satu sama lain. Strategi ini membuat wisatawan tidak hanya mengunjungi satu titik, melainkan satu kawasan yang kaya pengalaman.

​”Kita punya aglomerasi wisata seperti Kopeng, Borobudur, hingga Rawapening. Dengan keterpaduan antarwilayah ini, daya tarik wisata kita menjadi lebih kuat dan berdampak langsung pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Luthfi di Semarang, Kamis (8/1).

​Desa Wisata: Dari Lokal Menuju Internasional

​Tidak hanya mengandalkan destinasi besar, Jawa Tengah kini diperkuat oleh 1.000 Desa Wisata. Program ini dirancang untuk memastikan kue ekonomi pariwisata dinikmati hingga ke pelosok desa.

Kali Babon Meluap, Pemkot Semarang Gercep Evakuasi dan Salurkan Logistik di Rowosari-Meteseh

  • Pola Pembinaan: Desa wisata dikategorikan secara berjenjang, mulai dari rintisan (lokal), berkembang (regional), hingga mandiri (internasional).
  • Diversifikasi Produk: Selain pemandangan alam, Pemprov Jateng fokus mengembangkan wisata kuliner, budaya, hingga wisata ramah muslim (halal tourism) untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

​Loncatan Angka yang Fantastis

​Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun 2024:

1. Jumlah wisatawan nusantara: 66,88 juta orang

2. Jumlah wisatawan mancanegara: 593.168 orang

Beberapa destinasi yang menjadi magnet utama bagi para pelancong antara lain:

  1. Masjid Raya Sheikh Zayed (Surakarta)
  2. Kota Lama (Semarang)
  3. Candi Borobudur & Prambanan (Magelang & Klaten)
  4. Kawasan Dataran Tinggi Dieng (Banjarnegara & Wonosobo)

​Dengan fondasi yang kuat pada integrasi wilayah dan pemberdayaan masyarakat desa, Jawa Tengah optimis sektor pariwisata akan terus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi utama di masa depan.

Sempat Terendam Banjir, Jalur KA Gubug-Karangjati, Selasa Sore Bisa Dilewati Kecepatan Terbatas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement