Jateng Nasional

Jawa Tengah Menuju Barometer Nasional: Akhiri Era “Suka Tidak Suka” dalam Jabatan ASN

BERITASEMARANG.ID  – Sebuah tonggak sejarah baru bagi birokrasi di Jawa Tengah resmi dipancangkan. Dalam pertemuan strategis di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (8/1), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama seluruh kepala daerah kabupaten/kota berikrar untuk meninggalkan pola lama “kedekatan personal” dalam pengisian jabatan, dan beralih sepenuhnya ke Sistem Merit serta Manajemen Talenta.

​Langkah berani ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh. Ia menyebut Jawa Tengah bukan lagi sekadar pengikut, melainkan calon kuat barometer nasional dalam pengelolaan SDM aparatur.

​Sistem yang Mengatur, Bukan “Orang”

​Menurut Zudan, kunci birokrasi modern adalah kemandirian sistem. Institusi tidak boleh goyah hanya karena pergantian sosok pimpinan.

​”Meritokrasi berarti menempatkan orang yang layak pada fungsi yang tepat. Kita tidak bisa lagi mengangkat ASN yang lambat karena hanya akan menghambat program. Manajemen talenta adalah alat untuk memastikan kader terbaik selalu siap mengeksekusi visi pimpinan,” tegas Zudan.

​Langkah Nyata di Jawa Tengah

​Bukan sekadar wacana, Jawa Tengah ternyata telah mencuri start melalui Pergub Nomor 28 Tahun 2021. Hasilnya pun mulai terlihat nyata:

Jelang Ramadan, Pertamina Guyur Tambahan Satu Juta Lebih Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY

  • Pengisian Jabatan Strategis: Sejak 2022, empat kali pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dilakukan murni lewat skema manajemen talenta.
  • Mobilitas Berbasis Kinerja: Tercatat 27 pejabat meraih promosi dan 28 pejabat dimutasi berdasarkan pemetaan kompetensi yang objektif.
  • Transparansi Digital: Penggunaan aplikasi khusus memastikan setiap proses terpantau dan bebas dari intervensi subjektif.

​Gubernur Luthfi: No More “Like and Dislike”

  1. ​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa momentum ini adalah cara terbaik untuk memperkuat reformasi birokrasi. Ia ingin ASN menjadi motor penggerak pembangunan, bukan beban daerah.

​”Pengelolaan ASN tidak boleh lagi berdasarkan like and dislike. Harus terukur. Kita ingin menciptakan jalur karier yang terencana agar ASN kita profesional, berintegritas, dan kompeten,” ujar Luthfi dengan optimis.

​Daftar Penerima Penghargaan

​Dalam acara tersebut, BKN memberikan penghargaan kepada daerah-daerah pionir yang telah sukses menjalankan sistem manajemen talenta dengan kategori “Sangat Baik” hingga “Baik”. Keenam daerah tersebut adalah:

  1. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
  2. Kota Semarang
  3. Kota Tegal
  4. Kota Magelang
  5. Kota Pekalongan
  6. Kabupaten Cilacap

​Sistem ini tidak akan berhenti di level pimpinan tinggi saja. Pemprov Jateng berencana memperluas penerapan manajemen talenta hingga ke jenjang Administrator dan Pengawas. Dengan tren positif di kabupaten/kota, Jawa Tengah optimis mampu menciptakan birokrasi yang lebih akuntabel dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement