BERITASEMARANG.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang bersama Komunitas Railfans Daop 4 menggelar talkshow anti-pelecehan seksual di Stasiun Semarang Tawang, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat serta memperkuat perlindungan bagi pelanggan dan petugas kereta api.
Talkshow menghadirkan AKP Yuni Utami, S.H., M.H., dari Ditres PPA-PPO Polda Jawa Tengah, mahasiswa Universitas Diponegoro Umi Kharisma Wati, serta Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif. Diskusi membahas pencegahan pelecehan seksual, perlindungan korban, dan pentingnya keberanian untuk melapor.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa KAI tidak menoleransi segala bentuk pelecehan seksual. KAI juga berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan secara serius dengan mengutamakan keselamatan dan privasi korban.
Berdasarkan evaluasi internal, KAI Daop 4 Semarang mencatat lima kejadian dugaan tindakan asusila selama Januari hingga 21 Oktober 2026. Tiga kejadian di antaranya melibatkan petugas onboard perempuan saat menjalankan tugas pelayanan. Dalam penanganan pelanggaran, lima orang juga telah dikenai sanksi blacklist selama satu tahun.
Selain talkshow, kegiatan diisi dengan pembagian bunga mawar kepada pelanggan, sosialisasi anti-pelecehan seksual, dan penandatanganan petisi sebagai bentuk dukungan terhadap perjalanan kereta api yang aman dan saling menghormati.
KAI mengimbau pelanggan yang mengalami atau menyaksikan dugaan pelecehan seksual agar segera melapor kepada kondektur, petugas keamanan kereta api (Polsuska), petugas stasiun, atau melalui KAI Contact Center 121.
Melalui kegiatan ini, KAI Daop 4 Semarang mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menormalisasi pelecehan seksual serta berani melapor demi mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan bebas dari pelecehan seksual.

Komentar