Jateng

Kakanwil Kemenag Jateng di Hadapan 650 ASN Kota Semarang: “Menjadi ASN Adalah Mewakafkan Diri untuk Negara”

BERITASEMARANG.ID  – Suasana khidmat menyelimuti Rumah Dinas Walikota Semarang pada Senin (9/2). Sebanyak 650 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Semarang berkumpul dalam agenda Pembinaan ASN yang menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Dr. Saiful Mujab, MA.

​Acara dibuka dengan laporan kegiatan oleh Kasubbag TU Kankemenag Kota Semarang, H. Dony Aldise Harahap, S.Kom, M.A.P. Dalam laporannya, ia menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen Kemenag Kota Semarang, mulai dari guru hingga tenaga administrasi, untuk meningkatkan kualitas layanan keagamaan di ibu kota Jawa Tengah.

​Dalam arahannya yang memotivasi, Kakanwil Kemenag Jateng, Dr. Saiful Mujab, memberikan analogi mendalam mengenai status ASN. Ia menegaskan bahwa pilihan menjadi ASN bukan sekadar mencari pekerjaan, melainkan sebuah pengabdian total.

​”Tatkala kita memilih menjadi ASN, berarti kita sudah mewakafkan diri kita kepada negara. Karena kita digaji oleh negara, maka tugas utama kita adalah menjalankan fungsi pemerintah dengan maksimal,” tegas Saiful Mujab.

​Ia juga memperingatkan para ASN agar tidak “Salah Miqat”. Istilah ini ia tujukan bagi pegawai yang menerima gaji dan fasilitas penuh dari negara, namun tidak maksimal atau kurang ikhlas dalam menjalankan tugas fungsinya.

Program ‘Satu OPD Satu Desa Dampingan’ Pemprov Jateng Sukses Tekan Angka Kemiskinan, Kades Kediri Beri Apresiasi

​Lebih lanjut, Saiful Mujab menyebut bahwa ASN Kemenag memiliki tanggung jawab moral yang besar karena mengawal urusan agama. Ia mengutip pesan Menteri Agama bahwa keberhasilan Kemenag diukur dari seberapa dekat masyarakat dengan nilai-nilai agama.

​”Pegawai Kemenag itu menjalankan tugas kenabian. Kita harus menjadi pionir kerukunan umat beragama. Jangan sampai pegawai Kemenag justru mencibir kerukunan atau tidak hadir saat ada persoalan di masyarakat,” tambahnya.

​Beliau juga menyoroti peran strategis berbagai lini:

  • Guru: Wajib memenuhi beban kerja dan menjadi teladan bagi siswa.
  • Penyuluh: Menjadi konsultan dan advokat bagi masalah keagamaan di masyarakat.
  • KUA: Tidak hanya melayani nikah, tapi juga mengurus zakat, wakaf, hingga kemaslahatan masjid.

​Di era modern ini, Kakanwil juga mendorong pengembangan konsep Eko-Religi. Ia mengajak madrasah dan kantor-kantor Kemenag untuk peduli pada lingkungan hidup sebagai bentuk “Investasi Jangka Panjang” atau investasi langit.

​”Kita kembangkan kurikulum berbasis cinta: cinta kepada Allah, sesama, dan lingkungan. Mari kita tata kantor dan madrasah kita agar sejuk, rindang, dan indah. Ini adalah bagian dari menjaga bumi yang telah diamanahkan Allah kepada kita,” pesannya.

Buka Puasa Di Rooms Inc Semarang, Ada Paket ‘A Wishful Ramadan’, Tersedia Grandprize THR Rp15 Juta

​Menutup arahannya, Saiful Mujab mengingatkan pentingnya disiplin jam kerja dan laporan kinerja (SKP). Ia meminta seluruh ASN untuk melakukan refleksi diri daripada membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

​”Jangan suka mengurangi jam kerja. Mari kita koreksi diri sendiri, apakah absen kita sudah benar? Apakah kinerja kita sudah maksimal? Semua ini bermuara agar apa yang kita makan (gaji) menjadi berkah dan pelayanan kita menjadi Mumtaz (sempurna),” pungkasnya.

​Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi ASN Kemenag Kota Semarang untuk meningkatkan integritas dan loyalitas dalam melayani masyarakat serta menjaga marwah kementerian di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement