BERITASEMARANG.ID – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kakanwil Kemenhaj) Provinsi Jawa Tengah, H. Fitriyanto, secara resmi menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter Embarkasi Solo dan Yogyakarta International Airport (YIA) Tahun 1447 H/2026 M, Sabtu (14/2/2026).
Dalam arahannya, Fitriyanto menekankan bahwa berakhirnya diklat bukanlah akhir dari persiapan, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Ia mengingatkan para petugas bahwa masih ada “pekerjaan rumah” (PR) yang harus diselesaikan di domisili masing-masing sebelum jadwal keberangkatan dua bulan ke depan.
”Kita berharap teman-teman tidak berhenti belajar. Masih ada waktu sekitar dua bulan untuk pendalaman bahasa Arab serta pemantauan ketat terhadap kebugaran fisik agar benar-benar fit saat bertugas nanti,” tegas Fitriyanto di hadapan para peserta.
Fokus pada Kesiapan Fisik dan Mentalitas Pelayanan
Kesiapan fisik menjadi sorotan utama dalam arahan tersebut. Mengingat tantangan cuaca ekstrem dan medan yang berat di Arab Saudi, petugas dituntut untuk tidak hanya unggul secara kognitif atau pengetahuan, tetapi juga memiliki ketahanan fisik yang prima.
”Haji adalah amanah negara yang menyangkut kehormatan bangsa dan kepercayaan umat. Dengan jumlah jemaah terbesar di dunia, penyelenggaraan haji menuntut tata kelola yang tertib serta petugas yang berorientasi penuh pada pelayanan,” tambahnya.
Menurutnya, mentalitas pelayanan adalah kunci utama kesuksesan. Tanpa disiplin dan tanggung jawab, pelayanan akan kehilangan “ruh” dan nilai pengabdiannya.
Hadirkan Negara Melalui Pelayanan Prima

Fitriyanto juga mengingatkan bahwa setiap gerak-gerik petugas PPIH di Tanah Suci mencerminkan citra Indonesia di mata dunia. Ia meminta seluruh petugas untuk menjaga etika, integritas, dan komitmen dalam mendampingi tamu-tamu Allah.
”Hadirkan negara secara nyata melalui pelayanan prima. Setiap layanan yang diberikan kepada jemaah adalah wajah negara. Jaga nama baik Indonesia dengan sikap yang sigap dan bermartabat,” pesannya.
Acara penutupan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari Kanwil Kemenhaj DIY, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dan DIY, serta Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Semarang dan DIY.
Dengan resmi ditutupnya diklat ini, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan kesiapan PPIH sebagai garda terdepan untuk memastikan jemaah haji tahun 2026 memperoleh layanan yang aman dan nyaman. Acara diakhiri dengan pembacaan Hamdalah sebagai tanda syukur atas kelancaran proses pelatihan.

Komentar