Jateng Serambi Islam

Ketua MUI Pusat Minta Jateng Genjot Kaderisasi Ulama Perempuan, Ini Alasannya

BERITASEMARANG.ID — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah resmi mengukuhkan jajaran kepengurusan baru untuk masa khidmat 2026–2031 di Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Kepengurusan periode ini mencatatkan rekor tersendiri: menjadi struktur MUI dengan jumlah personel terbanyak sekaligus paling impresif di Indonesia, di mana separuh pengurusnya bergelar Profesor.

​Ketua Umum MUI Pusat, KH M Anwar Iskandar, menyampaikan apresiasi tinggi atas komposisi kepengurusan yang dinilai sarat akan modal intelektual dan jaringan strategis tersebut.

​“Sekitar 50 persen pengurusnya bergelar profesor. Ini menunjukkan kualitas pimpinan MUI Jawa Tengah sungguh luar biasa, sekaligus menjadi jumlah pengurus terbanyak dibanding provinsi lain,” ujar Kiai Anwar.

​Ia menegaskan bahwa besarnya kapasitas akademis tersebut harus selaras dengan niat tulus menjalankan amanah sebagai khādimul ummah (pelayan umat) dan mitra strategis pemerintah (shadiqul hukumah). Selain itu, Kiai Anwar mendorong MUI Jateng dan jaringan pesantren lokal untuk memperkuat kaderisasi ulama perempuan agar semakin banyak tampil di panggung keumatan nasional.

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang hadir dalam acara pengukuhan tersebut menempatkan MUI sebagai mitra kunci pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan ulama sangat vital sebagai cooling system dalam menjaga ketenteraman sosial dan stabilitas wilayah.

Garuda Tambah Penerbangan dan Diskon Tiket untuk Kafilah MTQ Nasional XXXI

​“MUI adalah partner collaborative government. Pembangunan Jawa Tengah tidak mungkin dilakukan pemerintah sendirian. Sinergi dengan ulama, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga media massa adalah kunci mewujudkan daerah yang aman, guyub, dan sejahtera,” tegas Luthfi.

​Dengan kolaborasi lintas sektor yang sudah terjalin bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Bank Jateng Syariah, serta perguruan tinggi di Jawa Tengah, kepengurusan baru ini diharapkan mampu mengambil peran lebih luas—mulai dari menjaga harmoni keagamaan hingga mendorong kemandirian ekonomi umat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement