BERITASEMARANG.ID – Mendukung akselerasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang bersama Pemerintah Kabupaten Boyolali menggelar kegiatan Literasi Keuangan bagi kelompok perempuan PKK dan kawan-kawan difabel di Kabupaten Boyolali, Selasa (28/7/2026).
Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan pemahaman finansial masyarakat, mendorong inklusi keuangan yang merata, hingga membentengi masyarakat dari ancaman kejahatan finansial serta pinjaman online (pinjol) ilegal.
Kegiatan edukasi ini dihadiri langsung oleh Deputy Operasional PT Pegadaian Kanwil XI Semarang Andriansyah, Pimpinan OJK Solo Muhammad Mufid, Sekda Boyolali M. Syawalludin, A.P., M.Si. yang mewakili Bupati Boyolali, serta Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Surakarta Tyas Ari Hidayat.
Pimpinan OJK Solo, Muhammad Mufid, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, literasi adalah fondasi utama agar masyarakat tidak salah langkah dalam mengambil keputusan finansial.
”OJK sangat mengapresiasi terselenggaranya acara ini. Program ini merupakan bagian dari upaya nyata membentuk masyarakat yang semakin cerdas dan bijak dalam mengambil keputusan keuangan,” ujar Mufid.
Apresiasi senada disampaikan Sekda Boyolali, M. Syawalludin. Ia menilai kolaborasi antara Pegadaian dan OJK memberikan dampak langsung bagi ketahanan ekonomi keluarga di wilayahnya.
”Kegiatan ini memberikan wadah bagi warga kami untuk menimba pengetahuan perihal pengelolaan keuangan yang sehat dan aman,” tuturnya.
Akses Keuangan Aman untuk Semua
Deputy Operasional PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Andriansyah, menegaskan bahwa inklusi dan literasi keuangan adalah hak seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, termasuk kelompok perempuan dan penyandang disabilitas.
”Kami percaya literasi keuangan adalah hak semua orang. Lewat sinergi GENCARKAN ini, Pegadaian ingin memastikan para ibu PKK dan kawan-kawan difabel di Boyolali tidak hanya terhindar dari tawaran pinjol ilegal atau investasi bodong, tetapi juga mampu mengelola keuangan keluarga secara mandiri,” tegas Andriansyah.
Ia menambahkan, Pegadaian berkomitmen mengenalkan berbagai instrumen investasi yang aman, nyaman, dan tahan inflasi seperti investasi emas, guna membantu memisahkan keuangan harian dengan tabungan masa depan.
Manfaat edukasi ini dirasakan langsung oleh peserta. Sri, salah satu anggota PKK Kabupaten Boyolali, mengaku materi yang disampaikan sangat aplikatif dengan keseharian ibu rumah tangga.
”Sebagai ibu rumah tangga, kamilah ‘menteri keuangan’ di rumah. Dulu sering bingung memisahkan uang dapur dan tabungan, belum lagi cemas maraknya tawaran pinjol ilegal di HP. Lewat acara ini, kami jadi tahu cara mengatur anggaran yang benar, memilih investasi emas yang aman, dan tahu lembaga keuangan resmi mana yang terpercaya seperti Pegadaian,” ungkap Sri.
Melalui kegiatan ini, PT Pegadaian Kanwil XI Semarang menegaskan siap terus berkolaborasi dengan OJK dan Pemerintah Daerah secara berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat yang cerdas berinvestasi, terhindar dari kejahatan finansial, dan berdaya secara ekonomi.

Komentar