BERITASEMARANG.ID – Memperkuat kedaulatan pangan di wilayah perbatasan negara, Tim 17 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) menginisiasi pembangunan embung berbasis masyarakat di kawasan transmigrasi Kampung Woslay, SP 2 Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Infrastruktur penampung air ini dirancang khusus untuk mengatasi keterbatasan irigasi yang selama ini membatasi produktivitas pertanian warga.
Inisiatif ini diawali dengan kajian teknis tanah dan perhitungan hidrologi presisi oleh tim akademisi. Embung yang dirancang memiliki dimensi panjang 60 meter, lebar 25 meter, dan kedalaman 3 meter.
Guna memastikan keberlanjutan proyek, Tim UNDIP menerapkan pendekatan sosial partisipatif melalui dialog intensif bersama kelompok tani dan masyarakat lokal. Langkah ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat yang selama ini ragu mengolah lahan di seberang jembatan akibat ancaman kekeringan.
Rencana pengerjaan fisik menggunakan excavator pada akhir Agustus 2026 ini juga telah mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Keerom melalui audiensi dengan Dinas PUPR, Dinas Pertanian, dan Dinas Transmigrasi. Pemerintah daerah mengapresiasi kolaborasi riset ini dan menyarankan replikasi embung di titik strategis lain jika proyek jalur 3 SP 2 Senggi ini sukses terwujud.
Kontribusi nyata ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait pengentasan kelaparan, penyediaan air bersih, dan penguatan kemitraan daerah.

Komentar