BERITASEMARANG.ID — Perubahan dinamika harga energi dan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap biaya mobilitas mendorong konsumen untuk semakin mempertimbangkan efisiensi kendaraan dalam penggunaan sehari-hari.
Kondisi tersebut turut membuka ruang bagi kendaraan elektrifikasi untuk menjadi alternatif mobilitas. Konsumen kini tidak hanya melihat harga pembelian dan performa kendaraan, tetapi juga mulai memperhitungkan biaya operasional, teknologi, kenyamanan, serta layanan purnajual dalam jangka panjang.
Marketing, Aftersales, & CX General Manager Haka Auto, Muhammad Shobirin, mengatakan perubahan cara pandang konsumen terhadap kendaraan mulai terlihat di sejumlah wilayah operasional Haka Auto.
“Ketika masyarakat dihadapkan pada dinamika harga energi dan biaya mobilitas yang terus menjadi perhatian, cara mereka memandang kendaraan juga ikut berkembang. Kendaraan tidak lagi hanya dinilai dari harga pembelian atau performanya, tetapi semakin dilihat dari seberapa efisien kendaraan tersebut digunakan dalam jangka panjang,” ujar Shobirin.
Menurut dia, kondisi tersebut tercermin dari meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi, termasuk produk BYD dan Denza yang tersedia di jaringan Haka Auto.
Di sejumlah dealer, minat konsumen mulai terlihat terhadap berbagai pilihan kendaraan elektrifikasi, seperti BYD Atto 1, BYD M6 DM, BYD M6 EV, hingga Denza D9.
Jaringan Dealer Diperluas
Haka Auto melihat perkembangan minat kendaraan elektrifikasi tersebut sebagai bagian dari perubahan pola mobilitas masyarakat. Untuk mendukung kebutuhan konsumen, perusahaan terus memperkuat jaringan BYD dan Denza, khususnya di wilayah Jawa.
Perkembangan industri kendaraan listrik nasional juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat ekosistem tersebut. Salah satunya setelah fasilitas produksi BYD di Subang, Jawa Barat, resmi diresmikan pada 3 September 2026.
“Peresmian fasilitas produksi BYD di Subang memberikan dimensi baru terhadap perjalanan elektrifikasi di Indonesia. Bagi konsumen, kehadiran fasilitas produksi kendaraan BYD di dalam negeri dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam melihat kesiapan ekosistem dan keberlanjutan produk yang mereka pilih,” kata Shobirin.
Ia menambahkan, kehadiran fasilitas produksi di dalam negeri juga semakin mendekatkan teknologi kendaraan elektrifikasi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Semarang: Konsumen Mulai Hitung Biaya Mobilitas
Di Jawa Tengah, perubahan preferensi konsumen tersebut salah satunya terlihat di Semarang. Karakter mobilitas masyarakat yang tidak hanya beraktivitas di dalam kota, tetapi juga melakukan perjalanan antarkota, membuat efisiensi kendaraan menjadi pertimbangan penting.
Branch Manager BYD Haka Semarang, Fram Ishardono, mengatakan konsumen di Semarang dan sekitarnya kini semakin terbuka terhadap teknologi elektrifikasi.
“Konsumen di Semarang dan sekitarnya semakin terbuka terhadap kendaraan elektrifikasi. Pertimbangannya tidak semata-mata karena tren, tetapi mulai masuk ke aspek yang sangat praktis: bagaimana kendaraan digunakan setiap hari, seberapa efisien biaya mobilitasnya, serta apakah teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhan perjalanan mereka,” ujar Fram.
Menurut Fram, konsumen juga semakin aktif menggali informasi sebelum menentukan pilihan. Pertanyaan yang disampaikan tidak lagi sebatas mengenai fitur kendaraan, tetapi juga mencakup teknologi, efisiensi dan biaya penggunaan dalam jangka panjang.
“Kami melihat konsumen sekarang datang dengan perspektif yang lebih matang. Mereka ingin mengetahui bukan hanya fitur kendaraan, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut bekerja dan relevansinya terhadap kebutuhan mobilitas sehari-hari,” katanya.
BYD Haka Semarang berada di Jl. Kompol Maksum No. 260, Kota Semarang, dan menjadi salah satu titik layanan kendaraan elektrifikasi bagi masyarakat Semarang dan sekitarnya.
Madiun Ikut Tunjukkan Perubahan
Perubahan serupa juga mulai terlihat di Jawa Timur, khususnya Madiun. Sebagai kota Tier 2, Madiun memiliki karakter mobilitas yang tidak hanya berpusat pada aktivitas dalam kota, tetapi juga terhubung dengan sejumlah wilayah di sekitarnya.
Branch Manager BYD Haka Madiun, Joko Pono Widagdo, mengatakan masyarakat mulai memasukkan efisiensi sebagai salah satu pertimbangan ketika memilih kendaraan.
“Madiun memiliki karakter mobilitas yang sangat dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Banyak konsumen menggunakan kendaraan bukan hanya untuk aktivitas di dalam kota, tetapi juga untuk perjalanan antarkota dan mendukung aktivitas keluarga maupun usaha,” ujar Joko.
Menurut dia, konsumen Madiun juga mulai melihat kendaraan listrik sebagai pilihan yang relevan untuk kebutuhan sehari-hari, bukan lagi teknologi yang hanya identik dengan kota-kota besar.
“Yang menarik, konsumen di Madiun tidak lagi melihat kendaraan listrik sebagai sesuatu yang hanya relevan untuk masyarakat di kota-kota besar. Mereka mulai melihatnya sebagai salah satu pilihan kendaraan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Namun, lanjut Joko, edukasi dan pengalaman langsung tetap menjadi bagian penting dalam proses adopsi kendaraan elektrifikasi.
“Bagaimana memberikan pengalaman dan informasi yang cukup agar konsumen dapat menentukan teknologi yang paling sesuai dengan pola mobilitas mereka,” ujarnya.
BYD Haka Madiun berlokasi di Jl. Mayjen Sungkono No. 141, Kota Madiun, dan menjadi salah satu titik layanan kendaraan elektrifikasi untuk masyarakat Madiun dan wilayah sekitarnya.
Bukan Sekadar Persoalan Harga BBM
Haka Auto menilai perubahan preferensi konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi tidak semata-mata dipicu oleh perubahan harga energi.
Ketersediaan produk, perkembangan teknologi, infrastruktur pendukung, layanan purnajual, kemudahan mendapatkan informasi, serta kepercayaan terhadap merek turut menjadi faktor dalam membentuk keputusan konsumen.
“Kami melihat perubahan perilaku konsumen ini sebagai sebuah proses yang lebih besar dari sekadar respons terhadap perubahan harga BBM. Masyarakat sedang membangun cara baru dalam melihat kebutuhan mobilitas,” tutur Shobirin.
Menurut dia, perkembangan tersebut menjadi momentum bagi Haka Auto untuk terus memperkuat pilihan produk sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman dan layanan kepada konsumen.
“Tugas kami adalah memastikan mereka mendapatkan pilihan produk, pengalaman, dan layanan yang dapat menjawab kebutuhan tersebut secara relevan,” pungkasnya.

Komentar