Pendidikan Semarang

Mahasiswa Baru UIN Walisongo Menangis di Depan Wagub, Tuntut Kesejahteraan Guru

BERITASEMARANG.ID – Suasana Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Walisongo Semarang mendadak haru, Selasa (18/8/2026). Seorang mahasiswa baru Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Muhammad Dimas Ardiansyah, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan aspirasinya tentang nasib guru di hadapan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

​Dengan suara bergetar, Dimas mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menjamin kesejahteraan pendidik. Menurutnya, guru merupakan fondasi utama kemajuan bangsa yang harus mendapatkan penghargaan layak.

​”Saya memperjuangkan hak-hak guru. Mereka yang mengajari kita membaca hingga mengenal alif, ba, ta,” ujar Dimas emosional di Lapangan Kampus 3 UIN Walisongo.

​Menanggapi hal tersebut, Taj Yasin menyambut baik sikap kritis mahasiswa. Ia menegaskan bahwa Pemprov Jateng terus memprioritaskan kesejahteraan tenaga pendidik, salah satunya melalui rekrutmen 17.662 guru PPPK dan 2.954 PPPK paruh waktu—jumlah pengangkatan terbanyak di Indonesia.

​Selain sektor formal, Pemprov Jateng juga konsisten menyalurkan insentif bagi guru agama dan pengajar pondok pesantren tanpa pemotongan anggaran.

Garuda Tambah Penerbangan dan Diskon Tiket untuk Kafilah MTQ Nasional XXXI

​”Guru harus sejahtera dan harus dipikirkan. Pendidikan adalah pintu utama kemajuan Indonesia,” tegas Taj Yasin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement