BERITASEMARANG.ID – Harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Jawa Tengah resmi meluncur. Presiden Prabowo Subianto meresmikan secara serentak 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, di mana 14 titik di antaranya kini telah berdiri kokoh dan beroperasi di wilayah Jawa Tengah.
Peresmian yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin (12/1) ini menandai babak baru pendidikan berbasis asrama (boarding school) yang dirancang khusus untuk mengangkat derajat warga miskin melalui pendidikan gratis dan pemberdayaan keluarga.
1.275 Siswa Sudah Masuk Asrama
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengungkapkan bahwa 14 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di 13 kabupaten/kota tersebut bukan sekadar wacana. Sejak Juli hingga September 2025, sebanyak 1.275 anak didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA sudah mulai menempuh pendidikan.
”Alhamdulillah, dari 1.275 anak itu semuanya diasramakan dan mereka betah. Ini menjadi modal penting bagi pembentukan karakter dan kemandirian mereka,” ujar Imam.
Wilayah yang sudah memiliki rintisan sekolah ini meliputi:
- Pati, Banyumas, Temanggung, Wonosobo, dan Sragen.
- Jepara, Kota Semarang, Surakarta, dan Banjarnegara.
- Kabupaten Magelang, Kebumen, dan Blora.
Strategi “Double Intervensi”: Anak Sekolah, Orang Tua Berdaya
Ada yang unik dari konsep Sekolah Rakyat di bawah arahan Gubernur Ahmad Luthfi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya fokus pada pendidikan sang anak, tetapi juga melakukan intervensi total kepada keluarga siswa yang berasal dari kelompok ekonomi desil 1 dan 2 (kemiskinan ekstrem).
Strategi tersebut meliputi:
- Perbaikan Hunian: Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
- Fasilitas Dasar: Penyediaan akses listrik, air bersih, dan jamban sehat.
- Kemandirian Ekonomi: Pemberian bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) agar orang tua siswa memiliki penghasilan mandiri.
Ekspansi 2026: Empat Kabupaten Baru Menanti
Jawa Tengah tidak berhenti di 14 titik. Pada tahun ajaran 2026/2027 mendatang, empat kabupaten baru dipastikan akan menyusul membangun Sekolah Rakyat, yaitu:
- Cilacap
- Brebes
- Sukoharjo
- Rembang
Menyiapkan Tenaga Kerja untuk Investasi Padat Karya
Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah kunci untuk mereduksi angka kemiskinan ekstrem sekaligus mendukung iklim investasi. Dengan sistem vokasi dan kedisiplinan asrama, lulusan sekolah ini disiapkan untuk mengisi kebutuhan industri padat karya di Jawa Tengah.
”Ini adalah bukti hadirnya negara. Kita tidak hanya memberi ilmu, tapi membentuk mental dan kepribadian mandiri melalui sistem boarding school,” tegas Luthfi.
Kehadiran Sekolah Rakyat ini melengkapi keberadaan SMK Jateng (Semarang, Pati, Purbalingga) yang sebelumnya telah sukses menjadi pelopor sekolah gratis bagi warga kurang mampu di Jawa Tengah.

Komentar