BERITASEMARANG.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) terus mengakselerasi langkahnya menjadi universitas berkelas dunia. Melalui penandatanganan kesepakatan strategis dengan Université Paris-Saclay di Prancis pada Senin (7/9), UNDIP menargetkan penguatan reputasi akademik demi menembus jajaran 500 besar dunia.
Université Paris-Saclay sendiri merupakan perguruan tinggi ternama yang menduduki peringkat ke-76 dunia versi QS World University Rankings 2027. Kerjasama ini difokuskan pada pengembangan ekosistem riset, mobilitas akademisi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik UNDIP, Wijayanto, Ph.D., mengungkapkan bahwa kolaborasi ini diarahkan pada program-program konkret yang berdampak langsung. Salah satu poin utamanya adalah pengiriman 4 hingga 8 dosen UNDIP setiap tahunnya untuk menempuh studi doktoral (S3) di Paris-Saclay mulai tahun mendatang.
”Target kita bukan sekadar dokumen kesepakatan, tetapi bagaimana kemitraan ini membuka jalur studi S3 bagi dosen, memicu publikasi ilmiah bersama, hingga membangun jejaring riset berkelanjutan,” ujar Wijayanto.
Selain pendidikan doktoral, kesepakatan ini mencakup skema pembimbingan bersama (co-supervision), pertukaran mahasiswa program internasional (IUP), serta program visiting lecturer. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak indikator Academic Reputation dan International Research Network UNDIP di tingkat global.

Komentar