Teknologi

Mengubah Folder Banjir Menjadi Ladang Energi: Inovasi Hijau PLN IP UBP Semarang

BERITASEMARANG.ID – Masalah banjir dan lahan menganggur seringkali menjadi beban bagi sebuah kawasan industri. Namun, di tangan para inovator PLN Indonesia Power (IP) UBP Semarang, sebuah kolam penampung air atau folder yang dulunya tak produktif kini disulap menjadi pusat energi bersih melalui pemasangan Panel Surya Terapung (Floating PLTS).

​Erwin Widodo selaku Senior Officer Listrik PLN IP UBP Semarang, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menuju operasional yang lebih hijau (Green Energy).

​Dari Lahan Tidur ke Kapasitas Maksimal 

​Area folder ini tidak memiliki nilai guna praktis, bahkan untuk memancing pun tidak memungkinkan. Kini, pemandangan telah berubah total. Melalui pengembangan tahap kedua, kapasitas listrik yang dihasilkan dari tenaga surya meningkat pesat.

​”Dulu kapasitasnya hanya setengah dari media folder tersebut. Sekarang sudah full. Jika sebelumnya total kapasitas digabung dengan PLTS atap (rooftop) hanya sekitar 900 kWp, saat ini sudah melonjak hingga 1.400-an kWp,” ujar Erwin saat ditemui di Semarang, Selasa (14/4/2026).

Ribuan Pelamar Serbu Booth KAI di Campus Job Fair Semarang 2026

​Pemanfaatan ruang ini dilakukan secara vertikal dan horizontal:

-. ​PLTS Terapung: Memanfaatkan permukaan air di folder penampung banjir.

-. ​PLTS Atap: Terpasang di atas gedung-gedung operasional.

​Efisiensi Anggaran: Hemat Rp100 Juta Per Bulan 

​Inovasi ini tidak hanya berdampak baik bagi lingkungan, tetapi juga memberikan efek instan pada kesehatan finansial perusahaan. Dengan memproduksi listrik sendiri melalui PLTS, ketergantungan pada pasokan listrik eksternal berkurang signifikan.

Gagal Giling 2026, PT GMM Pastikan Tebu Petani Blora Tetap Diserap

​Erwin mengungkapkan bahwa penghematan anggaran yang dirasakan sangat nyata.

​”Ada selisih yang besar. Jika biasanya kita membayar ke PLN sekitar Rp230 juta per bulan, dengan adanya PLTS ini kita bisa menekan anggaran hingga Rp100 juta setiap bulannya,” jelasnya.

​Dana efisiensi tersebut kini dialihkan untuk mendukung operasional lainnya, termasuk penyediaan fasilitas pendukung seperti pengisian daya kendaraan listrik di area kantor.

​Mendukung Produksi Hidrogen (H2G) 

​Hal yang paling menarik dari proyek ini adalah integrasinya dengan program H2G (Hydrogen to Green). Listrik yang dihasilkan oleh PLTS digunakan sebagai pasokan daya untuk memproduksi gas Hidrogen (H2).

BRI Semarang Guyur Rp5,63 Triliun KUR untuk 113 Ribu UMKM hingga Maret 2026

​Dalam industri pembangkitan, gas Hidrogen memegang peranan krusial sebagai media pendingin untuk generator di PLTGU maupun PLTU.

“Pendinginan di kotak atau sistem pembangkit semuanya pakai H2. Kenapa? Karena prosesnya tidak boleh terkontaminasi udara dan sifat H2 sebagai pendingin sangat efisien,” tambah Erwin.

​Masa Depan Energi Terbarukan di Semarang 

​Keberhasilan di UBP Semarang ini membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk transisi energi. Dengan rasio efisiensi sekitar 1 hektar lahan untuk menghasilkan 1 MWp, potensi pengembangan di waduk atau bendungan lain masih sangat terbuka lebar.

​Saat ini, total daya yang dihasilkan dari kombinasi PLTS Atap dan PLTS Folder di UBP Semarang telah mencapai kisaran 1.500 kWp, sebuah langkah nyata menuju kemandirian energi bersih di Jawa Tengah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement