Pendidikan Semarang

Misi Patriot UNDIP di Keerom: Sulap 127 Titik Sampah Liar Jadi Peluang Ekonomi

BERITASEMARANG.ID – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP UNDIP) Tim 9 bersama Pemerintah Kabupaten Keerom dan warga Kampung Woslay, Distrik Senggi, mengambil langkah tegas untuk menghentikan persoalan sampah.

Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada Minggu (6/9), kolaborasi ini dirancang untuk mengatasi 127 titik pembuangan sampah liar yang tersebar di wilayah Satuan Permukiman (SP) 1 dan SP 2.

​Ketua Tim 9 TEP UNDIP, Dr. Mardwi Rahdriawan, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa solusi utama terletak pada pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga.

Melalui skema ini, sampah organik akan diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik mendatangkan nilai ekonomi lewat daur ulang.

“Kami mendorong pemilahan dari sumbernya agar penumpukan residu terminimalkan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi warga,” jelasnya.

16 Tim Terbaik Siap Bertarung di Grand Final AXIS Nation Cup 2026

​Pemerintah lokal memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut. Plt. Kepala DLHKPP Kabupaten Keerom, Triyani A. Fugu, S.Hut., menyampaikan bahwa Pemkab Keerom telah menambah dua unit truk Arm Roll untuk memperluas jangkauan layanan penanganan sampah.

Sementara itu, Kepala Distrik Senggi, Daud Yunam, telah menyiapkan lahan khusus untuk pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di jalur utama dekat kantor distrik.

​Masyarakat Kampung Woslay menyambut positif program ini dengan menyepakati berbagai langkah operasional swadaya, seperti:

-. ​Sistem Penjemputan: Penerapan layanan pengangkutan sampah door-to-door dan penyediaan bak sampah komunal.

-. ​Iuran Operasional: Kesepakatan warga untuk menarik iuran rutin demi menjaga keberlanjutan layanan.

Takziah ke Keluarga Syabilla, Taj Yasin Tekankan Evaluasi Keselamatan Atlet Porprov

-. ​Pengelolaan Berbasis Warga: Pembentukan kelompok pengelola sampah yang melibatkan kader ibu-ibu RT di setiap SP serta agenda kerja bakti berkala.

​Sinergi lintas sektor antara akademisi, pemerintah daerah, dan warga ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan mandiri secara berkelanjutan di Kabupaten Keerom.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement