Semarang Lifestyle

Mural Gotong Royong RW 27 Tlogosari Kulon: Ubah Dinding Kusam Jadi Ruang Publik Estetik Jelang HUT RI ke-81 

BERITASEMARANG.ID – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81, RW 27 Kelurahan Tlogosari Kulon menggelar aksi kreatif yang menyedot perhatian warga. Memanfaatkan momentum perayaan kemerdekaan, panitia Agustusan menyelenggarakan Lomba Mural Antar-RT yang berpusat di wilayah RT 05 pada Minggu (5/7/2026), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. ​

Lomba Mural ini diikuti oleh 21 RT yang ada di wilayah RW 27, masing-masing RT mengirimkan tim terbaiknya yang terdiri dari satu official dan satu asisten penata untuk menyulap dinding-dinding kusam menjadi ruang publik yang estetik dan sarat akan pesan moral.

​Wadah Edukasi, Nasionalisme, dan Estetika Publik

​Ketua RW 27 Tlogosari Kulon, H. Dony Suhardjo, SH., menyampaikan bahwa lomba mural ini dipilih karena sifatnya yang inklusif sebagai ruang ekspresi bersama. Selain mempercantik lingkungan, media visual ini sangat efektif untuk menyampaikan pesan sosial kepada komunitas.

Wajah Baru Stasiun Tawang: Menjaga Sejarah, Memacu Ekonomi Semarang

​”Lomba mural ini menjadi wadah untuk menampung kreativitas seniman lokal sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat. Kita ingin mengubah dinding yang tadinya kusam dan tidak terawat menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika tinggi serta bermakna filosofis,” ujarnya.

​Terkait pemilihan tema, Ketua RW 27 menegaskan, bahwa “Gotong Royong” dipilih karena merupakan akar budaya bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa.

​”Nilai inilah yang mengajarkan kita untuk mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi, mempererat persaudaraan, dan membuktikan bahwa pekerjaan seberat apa pun akan lebih cepat selesai jika digarap bersama. Itulah filosofi RW 27, Gotong Royong Nyambut Gawe,” tambahnya.

​Mengubah Corat-Coret Liar Menjadi Seni Bernilai Tinggi

​Senada dengan Ketua RW, Ketua Panitia, Nur Rohman, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung misi penting untuk mengedukasi generasi muda dan menanamkan jiwa nasionalisme. Melalui lomba ini, stigma negatif tentang aksi corat-coret liar (vandalisme) diubah menjadi aksi positif yang produktif.

Wuling Resmi Meluncurkan Aira ev di GIIAS 2026: Mobil Listrik Ringkas nan Bergaya Neo Classic, Harga Mulai Rp155 Juta

​”Lomba mural ini adalah wadah efektif untuk menyalurkan kreativitas pemuda dan warga. Kami ingin menanamkan nilai nasionalisme secara visual lewat tema gotong royong ini. Selain itu, momentum ini menjadi ajang silaturahmi agar warga saling mengenal,” jelas Nur Rohman.

​Ia berharap kolaborasi dalam membuat mural ini bisa memicu kerja tim yang solid di tingkat RT. “Dengan kerja tim yang solid, speed, dan smart, kita bersama-sama mewujudkan wilayah RW 27 yang guyub rukun, seduluran saklawase (rukun bersemangat dan bersaudara selamanya),” imbuhnya.

​Apresiasi dan Hadiah Jutaan Rupiah

​Untuk membakar semangat para peserta, panitia telah menyiapkan apresiasi berupa trofi dan uang tunai dengan total jutaan rupiah bagi karya-karya terbaik:

​UIN Walisongo & BNPT Racik “Tutur Harmoni” Tangkal Intoleransi Sejak Dini  

-. ​Juara 1: Uang tunai sebesar Rp1.000.000

-. ​Juara 2: Uang tunai sebesar Rp750.000

-. ​Juara 3: Uang tunai sebesar Rp500.000

​Melalui kompetisi ini, lingkungan di wilayah RW 27 Tlogosari Kulon diharapkan bisa terlihat lebih ceria, bersih, dan penuh warna, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan warga RW 27 tetap menyala kuat.

Estafet kemeriahan rangkaian acara akan terus bergulir, menyusul kesuksesan lomba bulutangkis dan mural, panitia Agustusan RW 27 sudah mematangkan persiapan lomba tenis meja yang akan diselenggarakan minggu depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement