BERITASEMARANG.ID – PT Pegadaian memanfaatkan gelaran Pegadaian Championship 2026/2027 sebagai momentum memperkuat kedekatan dengan generasi muda sekaligus memperluas penggunaan layanan digital melalui aplikasi Tring by Pegadaian.
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan, kolaborasi dengan kompetisi sepak bola kasta kedua nasional tersebut tidak hanya berkaitan dengan dukungan terhadap perkembangan sepak bola Indonesia, tetapi juga menjadi ruang bagi Pegadaian untuk memperkenalkan layanan dan ekosistem digital kepada masyarakat, khususnya anak muda.
Menurut Damar, mayoritas nasabah Pegadaian saat ini berasal dari kalangan generasi muda. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi perusahaan untuk terus mendorong transformasi layanan melalui aplikasi Tring.
“Fokus kami adalah generasi muda. Ini cocok sekali karena bisa menjadi filter marketing. Kami berharap Pegadaian bisa menambah jumlah nasabah melalui aplikasi Tring,” ujar Damar dalam doorstop setelah seremoni Launching & Press Conference Pegadaian Championship 2026/2027 di Semarang, Jumat (11/9/2026).
Ia menjelaskan, Tring by Pegadaian dikembangkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses berbagai layanan Pegadaian secara digital. Pegadaian pun menargetkan peningkatan penggunaan aplikasi tersebut seiring dengan semakin kuatnya penetrasi layanan digital di kalangan masyarakat.
Selain mendorong digitalisasi, Pegadaian juga membawa sejumlah program yang menyasar generasi muda dan komunitas sepak bola. Salah satunya adalah program menabung emas melalui pengumpulan sampah serta kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan.
“Yang utama adalah pembinaan. Kami membina anak-anak untuk latihan bola. Kemudian ada program sampah menabung emas, jadi komunitas yang kami punya mengumpulkan sampah untuk ditabung menjadi emas,” kata Damar.
Kolaborasi Pegadaian dengan Pegadaian Championship juga diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Pegadaian mendorong agar setiap pertandingan tidak hanya menjadi tontonan olahraga, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar stadion.
Damar menyebut keberadaan pertandingan dengan jumlah penonton yang besar dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk meningkatkan penjualan.
“Kami ingin setiap pertandingan menjadi keramaian yang bisa menggerakkan masyarakat, termasuk pelaku usaha lokal untuk berjualan dan menambah penjualan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama I.League Ferry Paulus menilai kerja sama dengan Pegadaian terus berkembang dari tahun ke tahun. Menurutnya, berbagai program yang dihadirkan tidak hanya memperkuat penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi sepak bola nasional.
Ia mengatakan Pegadaian Championship 2026/2027 diprediksi berlangsung kompetitif. Sejumlah klub yang pernah tampil di kasta tertinggi kembali berlaga di kompetisi tersebut dengan ambisi untuk kembali promosi.
“Dengan regulasi atau persyaratan yang sama antara Liga 1 dengan Liga 2, rasanya akan sangat kompetitif. Kami sudah melihat beberapa klub yang sebelumnya berada di Super League dan punya ambisi untuk naik,” kata Ferry.
Ferry juga menilai animo penonton terhadap kompetisi kasta kedua tidak kalah besar. Hal tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan industri sepak bola sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara klub, sponsor, komunitas, dan pelaku ekonomi lokal.
Melalui Pegadaian Championship 2026/2027, Pegadaian berharap sepak bola dapat menjadi salah satu jembatan untuk memperkenalkan layanan digital, memperluas inklusi keuangan, serta mendekatkan Tring by Pegadaian dengan generasi muda di berbagai daerah.
Kolaborasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa dukungan Pegadaian terhadap sepak bola tidak berhenti pada kompetisi di lapangan, tetapi diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan ekosistem ekonomi di sekitarnya.

Komentar