BERITASEMARANG.ID – Pemerintah Kota Semarang resmi memasuki babak final dalam pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi ulama besar KH Sholeh Darat. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa seluruh persyaratan administratif dan kajian ilmiah telah rampung dan siap diajukan pada awal Februari 2026 mendatang.
Dalam Seminar Nasional terakhir yang digelar sebagai penutup proses pengkajian, Agustina menyampaikan optimisme tinggi bahwa tokoh besar yang menjadi guru bagi KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan ini akan segera diakui secara resmi oleh negara tahun ini.
Integrasi Wisata Religi dan MTQ Nasional
Langkah ini tidak hanya sekadar formalitas administratif. Agustina mengungkapkan bahwa Pemkot Semarang tengah menyiapkan strategi masif untuk memperkuat ekosistem wisata religi di sekitar makam dan Masjid KH Sholeh Darat, terlebih Semarang akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada September 2026.
”Ini adalah moment of truth. Kami ingin membangun ambiance dan ekosistem agar para tamu MTQ dari seluruh penjuru Indonesia tidak hanya datang untuk lomba, tapi juga melakukan ziarah religi,” ujar Agustina di Semarang (29/1).
Beberapa poin utama pengembangan yang ditekankan antara lain:
Perbaikan Infrastruktur: Renovasi jalan di sekitar kawasan masjid agar lebih “cantik” dan aksesibel.
Ekosistem Ekonomi: Mendorong jamaah dan pengunjung untuk berbelanja, makan, dan beristirahat di area lokal agar terjadi perputaran ekonomi (money circulation) bagi warga Semarang.
Museum KH Sholeh Darat: Pengembangan museum yang terintegrasi dengan kekayaan pustaka dan literatur asli sang kiai untuk menarik peneliti internasional.
Target Februari: Tak Boleh Terlewat
Agustina mengingatkan tim pengkaji bahwa tenggat waktu pengiriman data resmi ke pemerintah pusat adalah awal Februari.
”Tim sudah siap dan pengkajiannya sangat komplit. Jika melewati batas Februari, kita tidak bisa masuk dalam usulan tahun ini. Kami sudah bekerja semaksimal mungkin untuk memengaruhi persepsi publik mengenai betapa pentingnya peran KH Sholeh Darat bagi kemajuan bangsa,” tambahnya dengan penuh semangat.
Semarang sebagai Pusat Literasi Islam Nusantara
Melalui kerja sama dengan tokoh-tokoh NU, Pemkot Semarang juga tengah merangkum narasi perjalanan religi KH Sholeh Darat. Tujuannya agar Semarang menjadi titik magnet bagi peneliti dunia yang ingin mempelajari sejarah intelektual Islam Nusantara.
”Makamnya boleh di sini, tapi pengaruhnya mendunia. Kita siapkan jembatannya melalui museum dan promosi yang masif,” pungkas Agustina.

Komentar