Pendidikan Semarang

Pengabdian Tuntas: Undip Tarik Ribuan Mahasiswa KKN Tim II Usai Lahirkan Ribuan Produk Inovasi

BERITASEMARANG.ID – Suasana haru dan bangga menyelimuti Muladi Dome, Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, Semarang, Jumat (21/8/2026). Ribuan mahasiswa KKN Tim II Tahun Akademik 2025/2026 secara resmi diterima kembali setelah menyelesaikan masa pengabdian selama 30 hingga 40 hari di tengah masyarakat (7 Juli – 20 Agustus 2026).

​Acara penerimaan kembali dan Gelar Karya (Expo KKN) ini dihadiri langsung oleh Rektor Undip Prof. Suharnomo, Ketua Umum IKA Undip yang juga Kepala Badan Karantina Indonesia H. Abdul Kadir Karding, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah, Drs. M. Arief Irwanto, M.Si, yang hadir membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah.

​Ketua LPPM Undip, Prof. Dr. Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T., dalam laporannya mengungkapkan bahwa program KKN kali ini melibatkan sebanyak 9.300 mahasiswa. Keseluruhan peserta terbagi dalam dua skema, yakni 4.414 mahasiswa KKN Tematik dan 4.616 mahasiswa KKN Reguler yang tersebar di 23 kabupaten/kota serta 1.303 titik desa.

​”KKN Tim II ini menghasilkan dampak luar biasa, di antaranya instalasi biogas untuk kompor gas rumah tangga, pembuatan peta tematik, 8.157 publikasi media, hingga 143 artikel ilmiah di jurnal pengabdian masyarakat,” terang Prof. Suherman.

​Program ini diselenggarakan melalui kolaborasi lintas sektoral, mulai dari Program Kecamatan Berdaya Pemprov Jateng, Kementerian/Lembaga, Pemkot Semarang, hingga mitra BUMN seperti PT Pertamina Patra Niaga dan PT Pakaloxy.

Garuda Tambah Penerbangan dan Diskon Tiket untuk Kafilah MTQ Nasional XXXI

​Membacakan arahan Gubernur Jawa Tengah, Kepala BRIDA Jateng M. Arief Irwanto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi mahasiswa dalam penguatan ekonomi, ketahanan pangan, penanganan kemiskinan, pencegahan stunting, hingga pengembangan lingkungan.

​”Gelar karya hari ini bukan sekadar pameran kegiatan, melainkan ruang berbagi best practice. Pemerintah memiliki program dan anggaran, perguruan tinggi memiliki riset dan SDM, sedangkan masyarakat adalah pelaku utama. Ketiganya harus dipertemukan dalam kolaborasi nyata,” kutip Arief.

​Sementara itu, Rektor Undip Prof. Suharnomo mengapresiasi langsung dampak sosial yang dihadirkan para mahasiswa. Salah satu contohnya adalah digitalisasi layanan administrasi desa di Kabupaten Klaten yang kini sangat memudahkan masyarakat.

​”Kalau kalian pulang lalu ditangisi oleh anak-anak, ibu-ibu, dan bapak-bapak di desa, itu artinya KKN kalian sukses,” ujar Prof. Suharnomo disambut tepuk tangan riuh mahasiswa.

​Prof. Suharnomo juga berpesan agar para mahasiswa memanfaatkan masa penantian menjelang wisuda dengan kegiatan produktif.

Sambut Peserta MTQ Nasional, Semarak Keberagaman FKL 2026 Diperpanjang   

“Jangan sampai melakukan hal negatif hanya karena ‘gabut’ menunggu skripsi atau wisuda. Tingkatkan keterampilan bahasa asing, berorganisasi, dan persiapkan diri masuk dunia kerja,” imbau Rektor.

​Di tempat yang sama, Ketua Umum IKA Undip H. Abdul Kadir Karding yang turut memberikan kuliah umum menegaskan bahwa KKN adalah wadah bagi mahasiswa untuk menguji teori kampus di lapangan.

​”Analisis permasalahan mahasiswa zaman sekarang jauh lebih maju. Saya dorong kalian jangan hanya mencari kerja, tetapi ciptakan peluang usaha baru dari potensi yang ada di daerah, misalnya menangkap peluang dari program prioritas pemerintah seperti swasembada dan logistik pangan,” tegas Karding.

​Usai acara seremoni, Rektor Undip bersama Ketua Umum IKA Undip dan jajaran pimpinan universitas meninjau langsung booth Gelar Karya KKN Tim II di Muladi Dome untuk melihat berbagai produk inovasi, teknologi tepat guna, dan hasil pendampingan masyarakat karya mahasiswa.

Jateng Kejar Tayang: Venue MTQ Nasional 2026 Target Tuntas H-1  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement