Pendidikan Semarang

Perkuat Generasi Qur’ani, Unissula Beri Beasiswa 1.300 Lebih Penghafal Al-Qur’an  

BERITASEMARANG.ID – Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menegaskan komitmennya dalam mendukung para penghafal Al-Qur’an melalui program beasiswa hafiz. Hingga saat ini, lebih dari 1.300 mahasiswa Unissula tercatat menempuh pendidikan tinggi melalui program beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an.

Komitmen tersebut disampaikan dalam acara Khataman Akbar dan Silaturahmi Ahlul Qur’an se-Jawa Tengah yang digelar di Auditorium Unissula Semarang, Sabtu (12/9/2026).

Rektor Unissula yang diwakili Wakil Rektor I, Dr. M. Abdul Basir, S.Pd., M.Pd., mengatakan keberadaan para penghafal Al-Qur’an di lingkungan kampus merupakan bagian dari upaya Unissula membangun generasi yang memiliki keseimbangan antara kompetensi akademik dan karakter Qur’ani.

“Bagi kami, mahasiswa penghafal Al-Qur’an tersebut merupakan bagian dari ikhtiar membangun peradaban Islam untuk melahirkan calon ulama, ilmuwan, profesional dan pemimpin masa depan yang tidak hanya kompetitif tetapi juga berkarakter Qur’an,” ujarnya.

Menurut Abdul Basir, pendidikan tinggi tidak hanya diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan keahlian profesional, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki nilai-nilai keislaman.

Bantuan Pangan Solo Raya Cair 3 Bulan Sekaligus, Program Resmi Diperpanjang Hingga Desember 2026

Karena itu, dukungan terhadap mahasiswa penghafal Al-Qur’an menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Unissula dalam mengembangkan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.

Program beasiswa hafiz tersebut memberikan kesempatan kepada para penghafal Al-Qur’an untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unissula. Dengan demikian, kemampuan menghafal Al-Qur’an dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi profesional.

Dukungan Unissula terhadap penghafal Al-Qur’an juga sejalan dengan semangat Khataman Akbar dan Silaturahmi Ahlul Qur’an se-Jawa Tengah yang mempertemukan para hafiz, hafizah, ulama, masyayikh dan pecinta Al-Qur’an dari berbagai daerah.

Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nazaruddin Umar, yang hadir memberikan tausiah dalam kegiatan tersebut, mengingatkan bahwa salah satu keistimewaan Al-Qur’an adalah kemampuannya untuk terus hidup di tengah masyarakat dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurut Nazaruddin, Al-Qur’an tidak pernah kehilangan pembaca. Kitab suci tersebut terus dipelajari, dihafalkan dan diamalkan oleh umat dari berbagai latar belakang.

Cara Unik Pemprov Jateng Gaungkan MTQ XXXI  

“Rahasia yang paling laris dan tidak bisa disaingi oleh penerbitan yang lain, oleh buku apa pun juga, ternyata adalah Al-Qur’an,” ujar Nazaruddin.

Ia juga mengajak umat tidak hanya memandang Al-Qur’an sebagai kitab yang dibaca, tetapi memahami kedalaman makna dan kedudukannya sebagai kalam Allah.

Dalam konteks tersebut, keberadaan para hafiz dan hafizah memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keilmuan sekaligus membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

Khataman Akbar Ketiga

Ketua Umum PW JQH NU Jawa Tengah, Prof. Dr. KH Ali Imron Hasan, S.Ag., S.H., M.Ag., AH, dalam laporan panitia mengatakan Khataman Akbar dan Silaturahmi Ahlul Qur’an se-Jawa Tengah tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ketiga.

Solusi Kekeringan, TEP UNDIP Bangun Sumur Bor Aliri 10 Hektare Sawah di Papua  

Kegiatan sebelumnya digelar pada 2023 di Keraton Solo dan pada 2024 di Pondok Pesantren Darussalam Bergas, Kabupaten Semarang.

“Ini merupakan yang ketiga,” kata Ali Imron.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengukuhan kepengurusan JQH NU Jawa Tengah oleh Ketua Umum JQH, KH Saifullah Ma’shum.

Bagi Unissula, penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, ulama dan komunitas ahlul Qur’an dalam mencetak generasi unggul.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari semangat menyambut MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 yang berlangsung di Jawa Tengah.

Melalui dukungan terhadap mahasiswa penghafal Al-Qur’an, Unissula ingin memastikan bahwa tradisi menghafal Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan mengingat ayat, tetapi berkembang menjadi kekuatan untuk membangun generasi yang berilmu, profesional dan berakhlak Qur’ani.

Lebih dari 1.300 mahasiswa penerima beasiswa hafiz menjadi salah satu bukti bahwa Unissula tidak hanya membuka akses pendidikan tinggi bagi para penghafal Al-Qur’an, tetapi juga mendorong mereka untuk terus berkembang dan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement