Pendidikan Semarang

​Ringankan Beban Mahasiswa, Rumah Amal UNNES Tawarkan Beasiswa UKT hingga Uang Saku  

BERITASEMARANG.ID – Rumah Amal Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa yang mengalami kendala ekonomi. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen lembaga untuk meringankan beban biaya kuliah sekaligus memicu motivasi berprestasi mahasiswa di tengah tantangan ekonomi.

​Tidak tanggung-tanggung, lembaga pengelola zakat, infaq, dan sedekah civitas akademika UNNES ini menyediakan empat skema beasiswa sekaligus. Mulai dari Beasiswa Penghafal Al-Qur’an (Tahfiz), Bantuan Biaya Hidup Bulanan, Beasiswa Bantuan UKT, hingga Beasiswa Santri Cendekia.

​Ketua Rumah Amal UNNES, Dr. Isnarto, M.Si., menjelaskan bahwa program beasiswa ini dirancang secara spesifik sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Bagi para penghafal Al-Qur’an, tersedia Beasiswa Tahfiz yang memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta uang saku bulanan hingga semester 8. Namun, penerima harus konsisten lolos uji hafalan di setiap semesternya.

​”Besaran biaya hidup untuk beasiswa tahfiz ini bervariasi sesuai jumlah hafalan. Mulai dari Rp400.000 per bulan untuk hafalan 20–21 juz, hingga maksimal Rp1.000.000 per bulan bagi yang hafal penuh 30 juz,” papar Isnarto.

​Sementara itu, bagi mahasiswa umum yang membutuhkan topangan akomodasi harian, tersedia Bantuan Biaya Hidup Bulanan sebesar Rp400.000 per bulan selama satu semester. Ada pula Beasiswa Bantuan UKT dengan nominal bantuan maksimal Rp2.400.000 per semester yang dialokasikan langsung untuk memotong biaya kuliah.

Jaga Ketahanan Energi, Kejati Jatim-PGN Perkuat Pendampingan Hukum

​Skema terakhir yang tidak kalah menarik adalah Beasiswa Santri Cendekia. Program ini khusus menyasar mahasiswa UNNES yang juga berstatus sebagai santri di pondok pesantren. Bantuan yang diberikan mencakup biaya tinggal di pesantren maksimal Rp350.000 per bulan (at cost yang dibayarkan langsung ke pondok) ditambah uang saku pribadi sebesar Rp150.000 per bulan.

​Rumah Amal UNNES sendiri merupakan lembaga internal yang mengelola potongan 2,5 persen dari penghasilan para dosen dan tenaga kependidikan Muslim di UNNES. Dana zakat dari para muzaki inilah yang kemudian diputar kembali untuk kemaslahatan mahasiswa dan umat.

​”Kami berterima kasih kepada semua muzaki yang telah menyalurkan zakat melalui Rumah Amal. Banyak mahasiswa yang merasakan manfaat langsung dari pengelolaan zakat ini,” tutur Isnarto.

​Manfaat nyata program ini telah terbukti pada semester Gasal lalu. Rumah Amal UNNES tercatat sukses menyalurkan beasiswa kepada 540 mahasiswa, dengan rincian 56 penerima beasiswa tahfiz, 143 penerima bantuan biaya hidup, dan 341 penerima bantuan UKT. Melalui program penawaran terbaru ini, diharapkan lebih banyak lagi mahasiswa kurang mampu yang terselamatkan studinya dan terpacu untuk mendulang prestasi.

Wajah Baru Stasiun Tawang: Menjaga Sejarah, Memacu Ekonomi Semarang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement