BERITASEMARANG.ID — Mahasiswa Departemen Administrasi Publik FISIP Universitas Diponegoro (Undip), Titania Dwi Ardana, mewakili Indonesia dalam ajang ASEAN Symposium for Youth Leaders (ASYL) 2026 yang digelar di Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore (NUS), pada 10–12 September 2026.
Di bawah bimbingan dosen FISIP Undip, Yoga Aldi Saputra, S.A.P., MPA., Titania bergabung dengan pemuda se-ASEAN mengusung tema “Diverse Perspectives, Shared Future.”
Dalam simposium internasional ini, Titania bersama tim lintas negara merancang proyek kolaboratif bertajuk “Dili 2050: The Blue Jewel of Asia”. Menggunakan metode futures thinking dan pendekatan backcasting, proyek ini menggagas transformasi Ibu Kota Timor-Leste tersebut menjadi kota berbasis ekonomi biru (blue economy).
Strategi pencapaian visi Dili 2050 terbagi dalam tiga tahap:
1. Build (2026–2030): Pembangunan fondasi awaawal.
2. Prove (2030–2040): Pembuktian serta pengembangan inisiatif.
3. Scale (2040–2050): Perluasan skala hingga visi terwujud.
Proyek ini menitikberatkan pada dua pilar utama yang saling mendukung, yakni pembentukan pusat pendidikan dan penelitian kelautan Asia, serta pengembangan pariwisata pesisir berkelanjutan guna memacu diversifikasi ekonomi daerah.
Keterlibatan Titania dalam forum ini menjadi bukti nyata komitmen FISIP Undip dalam mendorong mahasiswa menguasai policy thinking dan berkolaborasi secara global demi masa depan kawasan ASEAN.

Komentar